Problematika sains, teknologi, seni, dan religi
Oleh Ayu Awalia Rahma
1. Sains
Perkembangan ilmu pengetahuan telah menjadi sebuah mata rantai kehidupan yang tak bisa dipisahkan dengan kehidupan dan eksistensi manusia. Ilmu pengetahuan yang semakin maju menjadi bukti nyata akan pemikiran manusia yang semakin kompleks. Hasil-hasil pemikiran manusia dalam keilmuan ini dapat dilihat melalui kemajuan dalam berbagai bidang, seperti dalam bidang teknologi dan komunikasi, kita telah mengenal komputer, lapotop, ponsel,ipad dan internet, diluncurkannya satelit yang saat ini ,mengorbit bumi untuk membantu prose transmisi. Selain itu, di bidang kedokteran kita tak asing dengan istilah kempoterapi, kloning, vaksin, dan USG. Semua kemajuan ilmu pengetahuan itu diciptakan dengan tujuan membantu manusia dalam menjalani hidupnya. Akan tetapi, perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin maju ini juga di iringi dengan tantangan yang semakin berat pula. Ilmu pengetahuan yang semakin kompleks dan penemuan dalam berbagai segi yang semkain mutakhir menjanjikan risiko yang semakin tinggi pula, baik bagi manusi maupun ilmu pengetahuan itu sendiri.
Pola pikir manusia juga berkembang begitu pesat. Manusia tidak lagi mempercayai sesuatu berdasarkan mitos belaka, mereka mulai melakukan analisa secara mendalam dan kritis atas segala sesuatu. Pada masa ini mereka tak hanya berpikir kritis saja, tapi juga memikirkan dan mempertimbangkan aspek guna terhadap segala sesuatu.ilmu merupakan modal utama, subyek, dan juga obyek atas perkembangan segala sesuatunya yang ada di dunia ini. Manusia berlomba-lomba melakukan riset perkembangan, penelitian, dan riset sehubungan dengan ilmu pengetahuan. Ilmu memiliki sifat fleksibel, akan terus berkembang sesuai zaman atau kebudayaan dan juga kemampuan berpikir manusi. Kemajuan perkembangan ilmu dalam berbagai segi ini bertujuan untuk mempermudah pekerjaan manusia. Akan tetapi, selalu ada sisi negatif dalam setiap hal yang eksis di muka bumi ini. Perkembangan dan kecanggihan sebuah konsep ilmu turut menimbulkan ke khawatiran bagi manusia. Ilmu dan teknologi yang semakin maju juga menimbulkan depgradasi nilai. Manusia tergantung pada benda-benda yang dikembangkan dari ilmu pengetahuan, seolah tak bisa bekerja tanpa mereka. Akan tetapi produk tersebut memang dibutuhkan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan mereka. Sejumlah peristiwa yang terjadi tentunya telah memberikan gambaran atas apa yang akan kita hadapi di masa yang akan datang yaitu :
a. Perubahan lingkungan hidup
b. Degradasi nilai
c. Perkembangan sains dan teknologi
d. Pendidikan nasional
Berikut beberapa tantangan yang akan dihadapi masyarakat dan keilmuan di masa depan
1. Perubahan global
2. Pendidikan global
3. Kesenjangan pemahaman IPTEK, pendidikan, dan HDI
4. Perubahann tatanan kehidupan sosial dan moral
5. Kependudukan dan ketenagakerjaan
6. Permasalahan lingkungan hidup
Tujuan pendidikan bukan menciptakan undividu yang mahir dalam spesialisasi, melainkan dapat emwujudkan individu yang utuh. Karena ilmu akan senantiasa berkembang, sesuai dengan perkembangan zaman dan inovasi-kreativitas yang dilakukan berdasarkan pola pikir manusia. Perkembangan ilmu yang semakin pesat ini menghasilkan teknologi dan penemuan mutakhir memberikan sejumlah tantangan besar bagi manusia di masa depan, baik tantangan mental, fisik, sampai moral. Kemajuan ilmu demi kepentingan manusia memang sering salah pemanfaatan dan penyikapan, sehingga sebenarnya tantangan yang akan dihadapi lebih kepada masalah teknis.
2. Teknologi
Bagi dunia bisnis, saat ini telah memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang sudah pesat. Teknolgi juga memudahkan untuk berkomunikasi kepada sesama. Dengan teknologi yang berkembang secara pesat ini banyak pelku bisnis memanfaatkannya. Manfaat teknologi bisnis ini bukan hanya digunakan oleh pembisnis saja melainkan semua orang bisa menggunakannya. adapun pengalaman menggunakan teknologi informasi dalam kegiatan bisnis sehari-hari dapat mengalami permasalahan antara kepala toko dengan karyawan. Permasalahan ini terjadi disebbkan miss communication antara atasan dengan karyawannya. Adanya perbahan sistem dalam perbelanjaan mengenai promo yang di tawarkan, namun pihak kepala toko belum memberitahukan para karyawan, sehingga karyawan tidak mengetahui adanya promo alhasil terjadinya kesalah pahaman antara kepala toko dan karyawan. Dapat dianalisa dari kasus tersebut bahwa di dalam hubungan komunikasi di suatu lingkungan kerja antara individu akan sering terjadi.
Cara mengatasi masalah dalam perusahaan harus benar-benar dipahami management inti dari perusahaan, untuk memiminimalisir dampak yang timbul. Konflik yang terjadi anatara atasan dan karyawan mengenai komunikasi, harus antisipasi dengan baik dan dengan sistem yang terstruktur. Karena jika masalah komunikasi anatara atasan dan bawahan akan terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.
Keuntungan menguasai teknologi informasi yaitu
a. Keuntungan dan kerugian dalam bidang sosial
b. Keuntungan dan kerugian bidang ekonomi
3. Seni
ABSTRAK Globalisasi media berdampak terhadap perkembangan seni budaya Indonesia. Globalisasi teknologi komunikasi hadir di tengah-tengah masyarakat dan memengaruhi cara pandang dan perilaku manusia. Globalisasi media merupakan perkembangan yang tidak dapat dipisahkan karena kehadirannya mampu melengkapi. Perkembangan media ini semakin pesat dan canggih seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi saat ini. Dampak perkembangan teknologi dan media ini memengaruhi seni budaya dan perilaku masyarakat atau bangsa Indonesia. Analisis deskriptif kualitatif merupakan metode pengkajian yang digunakan dengan tujuan mengungkap fakta, keadaan, fenomena. Variabel dalam penelitian ini adalah globalisasi media, dan seni budaya Indonesia. Dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif pengkajian ini mengungkap pengaruh dampak perkembangan globalisasi teknologi terhadap seni budaya Indonesia. Kata Kunci: globalisasi, seni budaya, media, indonesia. Latar Belakang Globalisasi merupakan suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus menerus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu. Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa globalisasi kini menjadi satu kata yang santer terdengar di seluruh dunia sejak awal abad 21. Pro-kontra pun selalu mewarnai perjalanan globalisasi sebagai sebuah fenomena. Perubahan yang terjadi secara menyeluruh, dirasakan secara kolektif, dan mempengaruhi banyak orang (lintas wilayah, lintas negara, lintas budaya) yang mempengaruhi gaya hidup dan lingkungan kita. Dunia memang selalu berubah dan globalisasi adalah dunia yang terhubung (connected world) seolah tanpa ada batasnya; atau meminjam istilahnya McLuhan sebagai global village (Fakih, 2006; McLuhan, 1994). Globalisasi pada hakikatnya ternyata telah membawa nuansa budaya dan nilai yang mempengaruhi selera dan gaya hidup masyarakat. Melalui media yang kian terbuka dan terjangkau, masyarakat menerima berbagai informasi tentang peradaban baru yang datang dari seluruh penjuru dunia. Padahal, kita menyadari belum semua warga negara mampu menilai sampai dimana kita sebagai bangsa berada. Misalnya, banjir informasi dan budaya baru yang dibawa media baik media cetak maupun media elektronik tak jarang teramat asing dari sikap hidup dan norma yang berlaku di Indonesia. Globalisasi memiliki banyak penafsiran dari berbagai sudut pandang. Sebagian orang menafsirkan globalisasi sebagai proses pengecilan dunia atau menjadikan dunia sebagaimana layaknya sebuah perkampungan kecil. Sebagian lainnya menyebutkan bahwa globalisasi adalah upaya penyatuan
masyarakat dunia dari sisi gaya hidup, orientasi, dan budaya. Pengertian lain dari globalisasi seperti yang dikatakan oleh Barker (2004) adalah bahwa globalisasi merupakan koneksi global ekonomi, sosial, budaya dan politik yang semakin mengarah ke berbagai arah di seluruh penjuru dunia dan merasuk ke dalam kesadaran kita. Konsep akan globalisasi menurut Robertson (1992), mengacu pada penyempitan dunia secara insentif dan
4. Religi
Tidak dapat dipungkiri bahwa era sekarang adalah Era Amerika Serikat (al-Ashr al-Amriki). Seluruh dunia memiliki ketergantungan yang sangat besar terhadap AS, Israel dan sekutunya. AS dan Eropa yang beragama Nashrani dan Israel yang Yahudi sangat kuat mencengkeram dunia Islam. Bahkan sebagiannya dibawah kendali langsung mereka seperti Arab Saudi, Kuwait, Mesir, Irak dan lain-lain. Realitas yang buruk ini telah diprediksikan oleh Rasulullah saw. dalam haditsnya: Dari Said Al-Khudri, dari Nabi saw bersabda:” Kamu pasti akan mengikuti sunah perjalanan orang sebelummu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta hingga walaupun mereka masuk lubang biawak kamu akan mengikutinya”. Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah saw apakah mereka Yahudi dan Nashrani”. Rasul saw menjawab, “Siapa lagi!” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Beginilah nasib dunia Islam di akhir jaman yang diprediksikan Rasulullah saw. Mereka akan mengikuti apa saja yang datang dari Yahudi dan Nashrani, kecuali sedikit diantara mereka yang sadar. Dan prediksi tersebut sekarang benar-benar sedang menimpa sebagian besar umat Islam dan dunia Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar