Problematika
Industri Revolusioner 4.0
Oleh Rifka fadela
Istilah “ industrie 4.0” diangkat kembali dalam sebuah
acara di Hannover Fair pada tahun 2011. Industri 4.0 adalah nama tren otomasi
dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Istilah ini mencakup cyber physical system. Industri
4.0 menghasilkan “pabrik cerdas” yang berstruktur moduler, sedangkan sistem
siber fisik mengawasi proses fisik, serta untuk menciptakan salinan dunia fisik
sacara virtual, dan untuk membuat keputusan yang tidak terpusat.
Indonesia merupakan negara berkembang dimana sumber
daya alam yang ada di Indonesia masih terbilang banyak akan tetapi berbanding
terbalik dengan sumber daya manusia yang
dimiliki saat ini. Kurangnya sumber daya manusia di Indonesia menjadi sebuah
kendala dalam penerapan revolusi industri 4.0, maka dari itu negara republic
Indonesia memiliki tantangan yang sangat serius dibidang industri 4.0.
Seperti halnya problematika yang terjadi saat ini
yaitu problematika yang terjadi pada
bidang teknologi, dimana perkembangan teknologi diIndonesia sangat pesat akan
tetapi membuat banyak dari masyarakat Indonesia yang bergantung pada teknologi.
Meskipun kita hidup dizaman globalisasi akan tetapi kita memiliki beberapa
kendala yaitu pada sumber daya manusia yang kita miliki saat ini. Banyak dari masyarakat kita yang
bergantung pada teknologi saja akan tetapi kurangnya pengembangan atau inovasi terbaru yang diciptakan oleh kita.
Sedang globalisasi merupakan persaingan dunia yang sangat ketat terutama dalam
bidang teknologi dan kita akan tertinggal.
Selanjutnya permasalahan yang ada saat ini diera
industri 4.0 yaitu dibidang sains. Sains atau ilmu pengetahuan merupakan
masalah yang paling serius, karena
Indonesia adalah negara berkembang dan negara ini masih membutuhkan banyak
tenaga ahli terutama dibidang sains. Akan tetapi seperti yang kita ketahui saat
ini sejak dibukanya Masyarakat Ekonomi ASEAN, banyak tenaga asing yang masuk ke
Indonesia sebagai tenaga kerja akan tetapi hal tersebut menjadi faktor terjadi
kesenjangan tenaga kerja antara tenaga asing dan tenaga kerja Indonesia.
Terutama dalam penempatan posisi, banyak sekali tenaga kerja Indonesia kalah
dalam persaingan global.
Dan yang terakhir masalah yang sering terjadi yang
mungkin bersifat sepele akan tetapi sangat penting yaitu problematika yang
berkaitan dengan seni atau budaya. Banyak sekali dari nilai budaya atau karya
seni yang kita miliki diakui oleh negara lain. Seperti berita yang sedang
terjadi baru-baru ini yaitu batik parang yang sacral dan tertua diIndonesia
diklaim oleh miss grand internasional Malaysia 2017. Pengklaiman budaya atau
seni sering terjadi karena masyarakat kita sendiri pun kurang memperhatikan
nilai budaya atau seni. Seperti halnya generasi saat ini yang kurang mengenal terhadap budaya yang
dimiliki dan mulai meninggalkan budaya lokal. Hanya generasi tua saja yang
masih mempertahankan budaya lokal.
Dengan permasalahan yang ada diera industri
revolusioner 4.0 ini solusi yang bisa kita lakukan adalah yang pertama kita
harus meningkatkan mutu kualitas serta kuantitas yang ada dalam aspek sumber
daya manusia terutama dalam bidang sains dan teknologi. Serta menanamkan
nilai-nilai budaya dan seni terhadap generasi muda saat ini.
Nama : Rifka Fadela
NIM : 1601065007
Prodi : Pendidikan Bahasa Jepang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar