Menu

Rabu, 05 Desember 2018

Problematika Industri Revolusioner 4.0 Oleh Rifka fadela


Problematika Industri Revolusioner 4.0
Oleh Rifka fadela
Istilah “ industrie 4.0” diangkat kembali dalam sebuah acara di Hannover Fair pada tahun 2011. Industri 4.0 adalah nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik.  Istilah ini mencakup cyber physical system. Industri 4.0 menghasilkan “pabrik cerdas” yang berstruktur moduler, sedangkan sistem siber fisik mengawasi proses fisik, serta untuk menciptakan salinan dunia fisik sacara virtual, dan untuk membuat keputusan yang tidak terpusat.
Indonesia merupakan negara berkembang dimana sumber daya alam yang ada di Indonesia masih terbilang banyak akan tetapi berbanding terbalik  dengan sumber daya manusia yang dimiliki saat ini. Kurangnya sumber daya manusia di Indonesia menjadi sebuah kendala dalam penerapan revolusi industri 4.0, maka dari itu negara republic Indonesia memiliki tantangan yang sangat serius dibidang industri 4.0.
Seperti halnya problematika yang terjadi saat ini yaitu  problematika yang terjadi pada bidang teknologi, dimana perkembangan teknologi diIndonesia sangat pesat akan tetapi membuat banyak dari masyarakat Indonesia yang bergantung pada teknologi. Meskipun kita hidup dizaman globalisasi akan tetapi kita memiliki beberapa kendala yaitu pada sumber daya manusia yang kita miliki saat  ini. Banyak dari masyarakat kita yang bergantung pada teknologi saja akan tetapi kurangnya pengembangan atau  inovasi terbaru yang diciptakan oleh kita. Sedang globalisasi merupakan persaingan dunia yang sangat ketat terutama dalam bidang teknologi dan kita akan tertinggal.
Selanjutnya permasalahan yang ada saat ini diera industri 4.0 yaitu dibidang sains. Sains atau ilmu pengetahuan merupakan masalah yang paling serius, karena  Indonesia adalah negara berkembang dan negara ini masih membutuhkan banyak tenaga ahli terutama dibidang sains. Akan tetapi seperti yang kita ketahui saat ini sejak dibukanya Masyarakat Ekonomi ASEAN, banyak tenaga asing yang masuk ke Indonesia sebagai tenaga kerja akan tetapi hal tersebut menjadi faktor terjadi kesenjangan tenaga kerja antara tenaga asing dan tenaga kerja Indonesia. Terutama dalam penempatan posisi, banyak sekali tenaga kerja Indonesia kalah dalam persaingan global.
Dan yang terakhir masalah yang sering terjadi yang mungkin bersifat sepele akan tetapi sangat penting yaitu problematika yang berkaitan dengan seni atau budaya. Banyak sekali dari nilai budaya atau karya seni yang kita  miliki diakui  oleh negara lain. Seperti berita yang sedang terjadi baru-baru ini yaitu batik parang yang sacral dan tertua diIndonesia diklaim oleh miss grand internasional Malaysia 2017. Pengklaiman budaya atau seni sering terjadi karena masyarakat kita sendiri pun kurang memperhatikan nilai budaya atau seni. Seperti halnya generasi saat  ini yang kurang mengenal terhadap budaya yang dimiliki dan mulai meninggalkan budaya lokal. Hanya generasi tua saja yang masih mempertahankan budaya lokal.
Dengan permasalahan yang ada diera industri revolusioner 4.0 ini solusi yang bisa kita lakukan adalah yang pertama kita harus meningkatkan mutu kualitas serta kuantitas yang ada dalam aspek sumber daya manusia terutama dalam bidang sains dan teknologi. Serta menanamkan nilai-nilai budaya dan seni terhadap generasi muda saat ini.


Nama          : Rifka Fadela
NIM            : 1601065007
Prodi           : Pendidikan Bahasa Jepang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar