Menu

Rabu, 12 Desember 2018

Manusia dan Lingkungan oleh Ananda S

Manusia dan Lingkungan
oleh Ananda S

Pendahuluan
Ketika berbicara mengenai masalah lingkungan, pasti manusia menjadi salah satu topik bahasan yang akan dicantumkan. 
Sama halnya seperti masalah manusia, lingkungan bisa juga dijadikan sub-tema mengenai pembahasannya. 
Namun perlu diketahui bahwa tanpa lingkungan yang bisa kita pijak ini, manusia yang kita ketahui sekarang tidak akan ada. 
Tetapi tanpa manusia, sebuah lingkungan tetap bisa dikatakan lingkungan. 
Dari sini dapat kita ketahui bahwa mahluk hidup seperti manusia sekalipun membutuhkan peran lingkungan mengingat keduanya saling memberi pengaruh satu sama lain.

Isi
Ada baiknya pembahasan mengenai lingkungan kita jadikan sebagai pembuka isi.
Menurut UU Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Pasal 1 ayat 1 mengartikan “kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan mahluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lain”.
Dari tante Wikipedia yang saya lihat, disimpulkan bahwa lingkungan adalah campuran SDA yang tumbuh disitu termasuk ciptaan manusia dan di sekitarnya yang mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia.
Manusia merupakan sosok yang umum disebutkan sebagai mahluk hidup yang mempengaruhi perubahan lingkungan berkat akal budi dan kemampuan berpikir yang dimiliki.

Meski nampaknya tiada batas dan serba tersedia seperti yang kita ketahui, kita mengetahui juga kalau kepuasan manusia sebagai penikmat tiada batas namun kekuatan manusia itu terbatas. Karena itulah manusia menggunakan intelegensinya untuk menciptakan penemuan yang bisa mendapatkan SDA secepat mungkin, sayangnya banyak juga yang memakai kemampuan ini dengan tidak bertanggung jawab dan hanya mau meraup keuntungan sendiri.
Memang benar bahwa terdapat bencana alam yang bisa merusak suatu daerah lingkungan seperti longsor, banjir, gempa bumi, tsunami, angin tornado dan letusan gunung berapi.
Namun dewasa ini, manusia lah yang paling sering ditunjuk sebagai perusak lingkungan yang mereka diami sendiri seperti pencemaran (polusi), global warming dan pembuangan limbah akibat beragam inovasi mesin yang tidak ramah lingkungan;
deforestasi dan kepunahan beberapa spesies (berburu binatang) karena kelalaian dan keingingan untuk untung cepat yang berlebih; 
adapun tindakan manusia merangsang bencana alam itu sendiri seperti banjir dan tanah longsor karena menumpleknya sampah di aliran sungai serta penggundulan hutan.

Tetapi tidak sedikit juga mereka yang menyadari akibat dari kerusakan lingkungan dan mulai memikirkan solusinya. Dan saya yakin pembaca juga peduli terhadap lingkungan sekitar sehingga membaca artikel ini.
Langkah awal untuk memedulikan lingkungan dimulai dari kesadaran dan tanggung jawab diri sendiri sebagai pengguna yang peduli akan kelestarian bumi ini. Hal-hal yang bisa merangsang daya pikir untuk melestarikan lingkungan adalah pencegahan untuk membuang sampah sembarangan, aksi menghentikan eksploitasi SDA yang berlebihan, peningkatan kesadaran masyarakat dan pemberian sanksi ketat pada pelaku pencemaran.
Untuk aksi lebih lanjut, bisa dimulai dari hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya yang sesuai, memanfaatkan sampah sebagai karya seni “penghijauan kembali” dan mendukung program peduli lingkungan.

Penutup
Sudah sepatutnya kita ketahui bahwa manusia dan lingkungan hidup mempengaruhi satu sama lain mengingat keduanya saling bergantung dalam meningkatkan mutu.
Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa Tuhan Yang Maha Esa menciptakan lingkungan dan bumi ini untuk manusia tapi memang benar bahwa mahluk ciptaan Allah, manusia tidak sepenuhnya sempurna tak terkecuali dalam menjaga kelestarian lingkungan yang sudah diberikan oleh-Nya.
Sejak zaman industri, masalah lingkungan umumnya pencemaran dan polusi lingkungan yang merusak kesehatan mahluk hidup tak kunjung habis diperbincangkan.
Di era industri ke-14 sekaranglah, merupakan waktu untuk menanggulangi perlakuan semene-mena terhadap lingkungan sebelum kerusakan semakin parah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar