Zefrisal Irwangga Adi (1601065015)
PROBLEMATIKA SAINS TEKNOLOGI DAN SENI
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna keadaannya. Selain bentuk atau rupa yang paling baik dan sempurna, ia masih juga dibekali kemampuan akalnya. Ilmu pengetahuan (sains), teknologi, dan seni atau biasa disingkat IPTEKS adalah salah satu contoh dari hasil olah pikiran atau akal manusia yang kemudian disebut dengan kebudayaan. Selanjutnya, sejalan dengan perkembangan umat manusia itu sendiri berbagai macam hasil-hasil kebudayaan manusia ini terus terus berkembang hingga kini. IPTEKS sebagai salah satu hasil dari kebudayaan manusia itu juga terus berkembang, terlebih lagi pada era sekarang ini, dimana ipteks telah mencapai tahapan perkembangan yang sangat spektakuler.
Dengan perkembangan IPTEKS yang sangat pesat, segala persoalan yang tadinya sulit menjadi semakin mudah serta masalah yang tadinya berat menjadi semakin ringan dan lain sebagainya. Namun, meskipun ada beberapa kemudahan atau manfaat yang bisa kita peroleh dari kemajuan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut pada sisi lainnya ternyata IPTEKS juga dapat membawa kita kepada hal-hal lain yang bersifat merusak (negatif).
BAB 2
PEMBAHASAN
A. Pengertian Sains, Teknologi, dan Seni
1. Sains
Menurut Medawar (1984), kata sains berasal dari Bahasa Inggris science. Sedangkan, kata science berasal dari kata: sienz, cience, syence, scyence, scyense, scyens, scienc, sciens, scians. Kata dasarnya diambil dari kata scientia yang berarti knowledge (ilmu). Kata sains diambil dari kata scientia yang berarti knowledge (ilmu). Tetapi, tidak semua ilmu itu boleh dianggap sains. Yang dimaksud ilmu sains adalah: ilmu yang dapat diuji (hasil dari pengamatan yang sesungguhnya) kebenarannya yang dikembangkan secara bersistem dengan kaidah-kaidah tertentu berdasarkan kebenaran atau kenyataan semata sehingga pengetahuan yang dipedomani tersebut boleh dipercayai, melalui eksperimen secara teori. Dengan demikian, sains adalah Ilmu yang teratur (sistematik) yang dapat diuji atau buktikan kebenarannya, berdasarkan kebenaran atau kenyataan semata (misal: fisika, kimia, biologi).
2. Teknologi
Istilah teknologi barasal dari kata techne dan logia. Kata Yunani kuno techne berarti seni kerajinan. Dari techne kemudian lahirlah technikos yang berarti seseorang yang memilki keterampilan tertentu. Dengan berkembangnya keterampilan seseorang yang menjadi semakin tetap karena menunjukkan suatu pola, langkah dan metode yang pasti, keterampilan itu lalu menjadi teknik. Dengan demikian teknologi dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang menerapkan suatu teori dalam kenyataan yang praktis dan memiliki tujuan tertentu dengan menggunakan suatu peralatan tertentu (Sujarwa, 2010 : 297)
Teknologi dianggap sebagai penerapan ilmu pengetahuan, dalam pengertian bahwa penerapan itu menuju pada perbuatan atau perwujudan sesuatu. Demikianlah teknologi adalah segenap keterampilan manusia menggunakan sumber-sumber daya alam untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalam kehidupan. Secara lebih umum dapatlah bahwa teknologi merupakan suatu sistem penggunanaan berbagai sarana yang tersedia untuk mencapai tujuan-tujuan praktis yang ditentukan.
3. Seni
Seni adalah segala sesuatu yang memiliki nilai keindahan, kehalusan dan permai. Seni juga dapat diartikan sebagai kemampuan menciptakan suatu yang sungguh-sungguh bagus atau luar biasa (Badudu, 1994:1280).
Ki Hajar Dewantara juga pernah mengatakan bahwa seni adalah hasil keindahan sehingga dapat menggerakan perasaan indah orang yang melihatnya, oleh karena itu perbuatan manusia yang dapat mempengaruhi dapat menimbulkan perasaan indah itu seni (dikutip dalam Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas).
B. Dampak Penyalahgunaan IPTEKS Dalam Kehidupan Manusia
Disamping berbagai keuntungan yang didapatkan manusia dengan adanya IPTEKS, banyak sekali permasalahan yang timbul akibat dari adanya kemajuan teknologi adalah adanya berbagai dampak negative yang disebabkan oleh kemajuan teknologi terhadap kehidupan manusia terutama dalam hal kerusakan lingkungan, mental dan budaya bangsa. Dari segala dampak terburuk dari perkembangan iptek adalah dampak terhadap peri laku dari manusia penciptanya. Iptek telah membuat sang penciptanya di hinggapi sifat over confidence dan superiotas tidak saja terhadap alam melainkan pula terhadap sesamamya. Eksploitasi terhadap alam dan dominasi pihak yang kuat(negara barat) terhadap negara yang lemah (negara dunia ketiga) merupakan ciri yang melekat sejak lahirnya revolusi industri. Selain itu, beberapa dampak negatif dari IPTEK sebagai berikut.
I. Cyber Crime (kejahatan dunia maya)
Cybercrime adalah sebuah istilah yang mengacu kepada aktivitas kejahatan dengan komputer atau jaringan komputer menjadi alat, sasaran atau tempat terjadinya kejahatan. Termasuk ke dalam kejahatan dunia maya antara lain adalah penipuan lelang secara online, pemalsuan cek, penipuan kartu kredit/carding, confidence fraud, penipuan identitas, pornografi anak, dll. Walaupun kejahatan dunia maya atau cybercrime umumnya mengacu kepada aktivitas kejahatan dengan komputer atau jaringan komputer sebagai unsur utamanya, istilah ini juga digunakan untuk kegiatan kejahatan tradisional di mana komputer atau jaringan komputer digunakan untuk mempermudah atau memungkinkan kejahatan itu terjadi.
Contoh kejahatan dunia maya di mana komputer sebagai alat adalah spamming dan kejahatan terhadap hak cipta dan kekayaan intelektual. Contoh kejahatan dunia maya di mana komputer sebagai sasarannya adalah akses ilegal (mengelabui kontrol akses), malware dan serangan DoS. Contoh kejahatan dunia maya di mana komputer sebagai tempatnya adalah penipuan identitas. Sedangkan contoh kejahatan tradisional dengan komputer sebagai alatnya adalah pornografi anak dan judi online.
II. Polusi
Adanya bahan polusi atau polutan dapat merusak lingkungan. Timbulnya pencemaran tentu erat kaitannya atau disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia antara lain:
Kegiatan-kegiatan industry, dalam bentuk limbah, zat-zat buangan berbahaya seperti logam berat, zat radioaktif, air buangan panas, juga dalam bentuk kepulan asap dan kebisingan suara.
Kegiatan transportasi, berupa kepulan asap, naiknya suhu udara kota, kibisingan dari kendaraan bermotor, tumpahan-tumpahan bahan bakar dari kendaraan bermotor terutama minyak bumi dan kapal tanker.
Kegiatan pertanian, terutama akibata residu pamakian zat-zat kimia yang memberantas hama seperti insektisida, pestisida, herbisida, dan pupuk organic.
Selain itu, polusi dapat menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan, berupa:
1. Pencemaran air tanah
2. Pencemaran udara
3. Pencemaran suara
4. Pencemaran benda-benda radioaktif
III. Kloning
Era manusia super mungkin bakal segera terwujud. Dunia tidak akan kekurangan stok manusia-manusia super genius sekelas Albert Einsten atau atlet handal sekelas Carl Lewis atauaktris sensual Jennifer Lopez. Manusia-manusia super itu bakalan tetap lestari di muka bumi. 100% sama persis, yang beda hanya generasinya. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya di bidang kedokteran telah menghilangkan ketidakniscayaan itu. Melalui teknologi kloning, siapapun bisa diduplikasi. Dengan kemajuan dalam bidang genetika dan biologi reproduksi, maka dimungkinkan rekayasa duplikasi atau multiplikasi manusis secara seksual dengan klonasi. Klaim Clonaid, perusahaan Bioteknologi di Bahama, yang sukses menghasilkan manusia kloning pertama di dunia dengan lahirnya Eve, 26 Desember 2002 lalu makin mendekatkan pada impian tersebut. Walaupun ini masih sebuah awal. Clonaid adalah sebuah perusahaan yang didirikan sekte keagamaan Raelians tahun 1997. Mereka mempercayai kehidupan di bumi diciptakan mahluk angkasa luar melalui rekayasa genetika.
IV. Efek Rumah Kaca
Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak, batu bara dan bahan bakar organik lainnya
yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya. Energi yang masuk ke Bumi:
• 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer
• 25% diserap awan
• 45% diserap permukaan bumi
• 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi
Energi yang diserap dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi inframerah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar inframerah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda.
Selain itu, beberapa dampak negatif dari IPTEK sebagai berikut.
1. Pornografi, anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah serta tempat meluasnya perjudian.
2. Penyalahgunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal. Contonya dengan ilmu komputer yang tinggi maka orang akan berusaha menerobos sistem perbangkan dan lain-lain.
3. Siswa menjadi malas belajar karena dengan adanya peralatan yang seharusnya dapat memudahkan siswa dalam belajar, seperti Laptop dengan jaringan internet, ini malah sering membuat siswa menjadi malas belajar, terkadang banyak diantara mereka yang menghabiskan waktunya untuk internetan yang hanya mendatangkan kesenangan semata.
4. Terjadinya pelanggaran Asusila. Sering kita dengar di berita-berita, dimana terjadi pelaku pelanggaran asusila dilakukan oleh seorang pelajar terhadap pelajar lainnya, seperti terjadinya tawuran antar pelajar, terjadi priseks, dan lain-lain.
BAB 3
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Perkembangan teknologi memang sangat diperlukan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, dan sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Namun manusia tidak bisa menghindar bahwa teknologi mendatangkan berbagai efek negatif bagi manusia. Diantara efek negatif tersebut antara lain: Cyber crime (kejahatan dunia maya), polusi, kloning, efek rumah kaca. Selain itu, banyak juga efek-efek negative yang ditimbulkan seperti pornografi, pembobolan bank, siswa menjadi malas karena adanya bebagaijejaring social didunia maya dll. Oleh karena itu untuk mencegah atau mengurangi akibat negatif kemajuan teknologi, pemerintah di suatu negara harus membuat peraturan-peraturan atau melalui suatu konvensi internasional yang harus dipatuhi oleh pengguna teknologi.
B. Saran
Perkembangan teknologi yang terdapat pada hidup manusia harus dikuasai pemanfaatannya. Jangan sampai perkembangannya menjadikan manusia sebagai objek, menyeret dan memaksanya pada kehidupan yang menyimpang. Sains dan teknologi juga harus memberikan pengaruh yang baik, karena kasus yang terjadi sains dan teknologi ini dikembangkan untuk memenuhi kesenangan-kesenangan materi dan mengorbankan alam semesta. Oleh karena itu kita sebagai manusia seharusnya menjadikan teknologi yang telah ada untuk membantu mempermudah kita dalam meningkatkan iman kita terhadap Allah SWT.
DAFTAR PUSTAKA
Sujarwa. 2010. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Widagdho, Joko. 1991. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Bumi Aksara
Badudu, Zain. 1994. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan
http://id.wikipedia.org/wiki/Seni (diakses Selasa, 4 Desember 2018, Pukul 20.00)
http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi (diakses Selasa, 4 Desember 2018, Pukul 20.00)
http://id.wikipedia.org/wiki/Sains (diakses Selasa, 4 Desember 2018, Pukul 20.00)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar