Menu

Rabu, 05 Desember 2018

Permasalahan Teknologi, Sains dan Seni oleh Eztha Syafira Yaniar

Permasalahan Teknologi, Sains dan Seni
oleh Eztha Syafira Yaniar

Perkembangan teknologi masa kini bukanlah satu hal yang dapat dihindari, diera globalisasi ini, banyak sekali teknologi dan sains yang berkembang dengan pesat. Seni dan budaya juga ikut berubah seiring dengan perkembangan zaman ini. Perkembangan tekonologi, sains, dan budaya ini dapat mengarah kepada suatu perubahan yang baik, namun juga bisa mengarah kepada suatu yang buruk.
Manusia pada zaman kini, seringkali mengutamakan kecanggihan teknologi sebagai dasar untuk bertahan hidup, seperti misalnya manusia dibuat menjadi lebih malas dengan adanya teknologi digital yang sedang digencarkan untuk menggantikan teknologi yang sudah ada sebelumnya. Seperti contohnya, kita dapat memesan makanan, tiket, bahan makanan, bahkan membeli barang hanya dengan sentuhan jari.
Dengan berkembangnya teknologi dan sains ini, manusia pada era modern ini perlahan-lahan membentuk sebuah pola pikir yang lebih bersifat realistis, dan hanya menyerap informasi pembelajaran berdasarkan hasil teoritis dari ilmuan-ilmuan dan menghilangkan beberapa norma yang tidak dapat dianggap realistis.
Perkembangan teknologi, sains, dan budaya bukanlah hal yang buruk, namun hal tersebut bukan juga hal yang seluruhnya baik. Dalam pengaplikasian IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi), perlu juga dibekali dengan IMTAQ (Iman dan Taqwa). IMTAQ sangat berperan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya, karena apabila perkembangan itu diiringi dengan keseimbangan IMTAQ, maka kemungkinan-kemungkinan buruk yang terjadi, bisa dihindari.
Seperti misalnya ada individu yang berusaha menyalahgunakan IPTEK dengan penggunaan nuklir sebagai bahan untuk menghancurkan sebuah daerah / negara. Namun, ketika perkembangan pengetahuannya diikuti dengan keseimbangan iman dan taqwa yang dimiliki, ia akan mengetahui bahwa hal tersebut adalah hal yang buruk dan akan menjadi ilmu yang tidak berguna karena hanya berguna untuk menghancurkan dan merugikan.
Oleh karena itu, perkembangan teknologi, sains, dan budaya bukanlah suatu hal yang mengerikan ketika kita bisa mengatur dan memiliki keseimbangan keimanan dan ketaqwaan terhadap kepercayaan yang kita miliki. Setiap agama, pasti mengajarkan kepada kebaikan. Karena itulah, kita harus mengembangkan teknologi, sains, dan budaya tanpa melupakan kegunaan dan bagaimana dampaknya bagi orang lain agar kita sendiri tidak dirugikan oleh sesuatu yang kita buat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar