Manusia dan lingkungan
Oleh Anggun Septriani
Manusia hidup dan tinggal di bumi dalam lingkungannya. Mereka berinteraksi dengan lingkungannya yang terdiri dari lingkungan fisik yaitu komponen biotik berupa hewan dan tumbuhan dan komponen abiotik berupa tanah, air, batuan, dan lainnya. Manusia juga berinteraksi dengan lingkungan sosialnya berdasarkan nilai dan norma yang diaturnya dalam berinteraksi. Manusia tak terlepas dari lingkungan. Adanya hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan yang saling menguntungkan satu sama lain. Namun kemajuan teknologi mengubah dampak dari kedua pihak. Selain dampak positif yang dirasakan manusia akibat kemajuan teknologi, adanya dampak negatif akibat kemajuan teknologi itu sendiri. Salah satunya adalah pencemaran lingkungan.
Pencemaran lingkungan merupakan masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Berkembangnya ilmu pengetahuan, semakin berkembang pula teknologi yang diciptakan. Namun dengan kemajuan teknologi, adanya pencemaran lingkungan yang merugikan terhadap lingkungan. Baik pencemaran tanah, air, maupun udara. Banyaknya industri yang mendirikan bangunannya di atas tanah yang merupakan bagian dari lingkungan mendapatkan dampaknya pula. Tanah yang berfungsi sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran tanaman, penyedia kebutuhan primer dan sekunder tanaman berubah menjadi penopang bangunan dari industri pabrik. Banyaknya bangunan pabrik yang dibangun di atas lahan kosong dan sawah di pedesaan telah diratakan sebagai penopang pabrik. Saat ini pembangunan pabrik dapat dilakukan di mana saja tanpa memandang kota maupun desa tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi.
Selain berdampak di kota-kota besar seperti Bekasi, Jakarta, dan kota besar lainnya. Dampak dari kemajuan teknologi sudah masuk ke dalam pedesaan. Banyaknya lahan kosong yang dijadikan pembangunan pabrik industri yang didirikan berpengaruh terhadap lingkungan itu sendiri. Limbah pabrik dari hasil pembuangan yang dialirkan ke sungai-sungai berakibat pada komposisi air tersebut. Air akan tercemar oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, yang sebelumnya air digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari akan berdampak kepada manusia dan makhluk yang hidup dalam air itu sendiri. Contoh dalam kehidupan sehari-hari yaitu tercemarnya air di dalam tanah akibat dari banyaknya industri dan sampah-sampah yang tidak dikelola dengan baik. Berbeda dengan air desa yang ada di pedalaman yang jauh dari industri jernih dan bersih.
Selain tercemarnya air dan tanah, dampak dari banyaknya industri pabrik yaitu tercemarnya udara. Udara yang berfungsi sebagai oksigen untuk manusia bernapas kini dengan banyaknya bangunan pabrik telah mengubah udara menjadi tercemar. Banyaknya asap yang dihasilkan oleh pabrik membuat udara menjadi tidak baik. Polusi yang dihirup oleh manusia akan berdampak pada tubuh manusia itu sendiri. Seperti batuk-batuk, gangguan pernapasan, perubahan morfologi pada daun, batang, benih dan lainnya yang disebabkan oleh asap pabrik.
Semakin berkembangnya teknologi tidak lepas dari dampak terhadap lingkungan itu sendiri. Semakin banyak industri pabrik semakin banyak pula lingkungan tercemar olehnya. Dengan teknologi banyaknya pabrik yang berlomba lomba untuk menciptakan produk yang dihasilkan sebagai produk yang bermanfaat untuk manusia dalam sehari-hari. Namun di sisi lain, adanya dampak yang dihasilkan dari hasil pembuangan pabrik yang tidak bertanggung jawab. Pembuangan tersebut dapat merusak ekosistem di bumi yaitu komponen biotik maupun abiotik. Oleh karena itu, kita sebagai makhluk yang tinggal di bumi harus merawat bumi dan lingkungannya dengan baik agar tidak adanya hal-hal yang dapat merugikan komponen biotik maupun abiotik terjaga dengan terawat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar