Menu

Rabu, 12 Desember 2018

Problematika Manusia dan Lingkungan oleh Anindya Rizqi Setyacahyani

Nama : Anindya Rizqi Setyacahyani
Problematika Manusia dan Lingkungan

Manusia dengan lingkungan tentunya tidak dapat dipisahkan. Pada hakikatnya manusia dan lingkungan sangat berhubungan erat. Jika dilihat dari masa peradaban, mulanya manusia baru mulai mengenal lingkungan hidupnya, kemudian berusaha untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Manusia juga telah mengubah pula lingkungan hidupnya demi memenuhi kebutuhan dan kesejahteraannya. Lingkungan adalah suatu media di mana makhluk hidup tinggal, mencari, dan memiliki   karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balik dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya, terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks dan riil (Elly M. Setiadi,2006). Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya.
Manusia tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup apabila tidak ada lingkungan. Tentunya lingkungan sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia karena segala yang ada pada lingkungan dapat dimanfaatkan oleh manusia dikarenakan memiliki daya dukung yaitu kemampuan untuk memenuhi kebutuhan manusia serta makhluk hidup lainnya. 
Di Indonesia sendiri, berbagai macam persoalan mengenai lingkungan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dicari solusi penyelesaiannya. Persoalan lingkungan ini semakin menjadi krusial karena menyangkut kualitas dan kelangsungan kehidupan di masa yang akan datang. Salah satu persoalan yang paling terlihat saat ini tentunya pencemaran oleh sampah. Sampah sendiri yang kita tahu terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu : sampah organik dan sampah anorganik. Disini, sampah yang paling berpengaruh besar adalah dari sampah anorganik karena sampah jenis ini cenderung sulit menyatu dengan alam. Butuh waktu lama bagi sampah anorganik khususnya sampah jenis plastik untuk dapat terurai kembali secara alami. Penggunaan sampah jenis plastik yang marak terjadi saat ini dalam kehidupan sehari-hari tentu menjadi perhatian khusus. Sampah plastik yang mencemari tanah maunpun air (sungai yang akhirnya ke laut) sangat berpengaruh bagi rusaknya ekosistem air. Jika dibiarkan terus menerus maka akan sangat berdampak bagi kehidupan manusia maupun makhluk lain. Tidak hanya merusak ekosistem lain tapi juga dapat membunuh makhluk lain. 
Contoh yang bisa kita ambil, baru-baru ini seekor paus mati karena terlalu banyak memakan sampah di laut, hal itu diketahui setelah maraknya video maupun foto yang beredar di kalangan masyarakat. Jenis sampah yang termakan oleh paus pun kebanyakan berasal dari sampah plastik yang terbawa arus sungai hingga sampai ke laut dan mengotori laut. Biota lain yang di laut pastinya terancam juga akan memakan sampah. Sebenarnya, ada cara yang dapat kita lakukan untuk mengurangi hal tersebut terus menerus terjadi. Sejak beberapa tahun ini, badan pengawas lingkungan sudah menggalakkan untuk mengurangi penggunaan sampah jenis plastik dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya penggunaan kantong plastik untuk berbelanja kini diganti dengan membawa tas belanja sendiri dari rumah atau bisa juga diganti dengan kantong dari kertas, kemudian penggunaan sedotan plastik minuman yang akhir-akhir ini diganti dengan sedotan dari stainless steel ataupun bahan sejenisnya, penggunaan botol minum plastik, sendok plastik maupun berbagai alat makan yang dari plastik kini sudah beralih dibuat dari bahan lain yang bisa digunakan lebih dari satu kali.
Kerusakan lingkungan hidup memberikan efek yang besar bagi kelangsungan hidup manusia itu sendiri. Bagi manusia, problema lingkungan pada dasarnya timbul apabila terjadi ketidakseimbangan antara manusia dengan sumber-sumber yang ada di dalam lingkungan. Pemanfaatan yang berlebihan oleh manusia dapat menyebabkan daya dukung lingkungan semakin berkurang sehingga keseimbangan tidak terjadi lagi. Oleh karena itu, pengelolaan lingkungan hakikatnya untuk menciptakan keseimbangan hubungan antara manusia dengan lingkungan itu sendiri.
Dari berbagai macam persoalan seputar lingkungan, maka kita sebagai manusia yang berakal sudah sepatutnya berkewajiban memperhatikan persoalan lingkungan serta menumbuhkan rasa peduli untuk senantiasa menjaga dan merawat lingkungan sekitar agar terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat. Karena, dampaknya tidak hanya akan dirasakan sekarang namun juga akan berdampak di masa yang akan datang. Dengan memulai dari diri sendiri akan terasa manfaatnya dikemudian hari karena satu sampah yang dapat kita atasi maka seluruh sampah dapat teratasi juga oleh orang lain. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar