Menu

Rabu, 05 Desember 2018

PROBLEMATIKA SAINS, TEKNOLOGI DAN SENI DI ERA IR. 4.0 oleh Suhanri Jaya Pratama

Nama : Suhanri Jaya Pratama
Prodi : Pendidikan Bahasa Jepang, 5A

PROBLEMATIKA SAINS, TEKNOLOGI DAN SENI DI ERA IR. 4.0
oleh Suhanri Jaya Pratama

Industri 4.0 adalah nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Istilah ini mencakup sistem siber-fisik, internet untuk segala, komputasi awan, dan komputasi kognitif. Industri 4.0 menghasilkan "pabrik cerdas". Di dalam pabrik cerdas berstruktur moduler, sistem siber-fisik mengawasi proses fisik, menciptakan salinan dunia fisik secara virtual, dan membuat keputusan yang tidak terpusat. Lewat Internet untuk segala (IoT), sistem siber-fisik berkomunikasi dan bekerja sama dengan satu sama lain dan manusia secara bersamaan. Lewat komputasi awan, layanan internal dan lintas organisasi disediakan dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak di dalam rantai nilai. Istilah "Industrie 4.0" berasal dari sebuah proyek dalam strategi teknologi canggih pemerintah Jerman yang mengutamakan komputerisasi pabrik.
Di dalam era Industri 4.0 ini, segala hal telah beralih ke Teknologi Digital. Hampir semua orang sudah memiliki gadget, mulai dari orang tua, remaja, hingga bayi baru lahir pun sudah diberikan gadget. Akhirnya segala aspek dalam kehidupan manusia pun berubah menjadi digital. Sudah tidak sulit di zaman sekarang untuk berkomunikasi dengan orang yang berada di belahan dunia lain dengan estimasi waktu yang cepat dan juga biaya yang murah. Untuk sekedar berbelanja pun sekarang sudah bisa dilakukan dengan cara online. Berjualan juga bisa online. Transportasi umum beralih ke sistem online, pendaftaran mahasiswa baru juga telah beralih ke sistem online, dan bahkan sekarang sudah ada universitas online. Manusia sudah berevolusi menjadi lebih cerdas dan hebat sehingga dapat menciptakan sesuatu yang mempermudah manusia itu dalam menjalani kehidupan.
Tetapi, segala sesuatu pasti memiliki dampak positif dan dampak negatif. Jika kita tidak mampu untuk menyikapi perubahan di era Industri 4.0 ini, kita akan terkena dampak negatif tersebut. Contohnhya dalam hal sains dan teknologi, sekarang hampir semua pekerjaan manusia sudah digantikan oleh robot. Lama kelamaan, manusia akan menjadi malas sehingga akan membuat fungsi tubuhnya mengalami kemunduran. Tubuh manusia di masa depan akan menjadi tidak kuat untuk melaksanakan kehidupannya sehari-hari dikarenakan sudah terlalu terbiasa dan termanjakan oleh robot. Dan bisa jadi, pada akhirnya manusia hanya akan bisa terbaring kaku di tempat tidur dan pekerjaannya akan digantikan oleh para robot. Bukan tidak mungkin jika suatu hari nanti para robot tersebut yang akan mengambil alih dunia.
Kemajuan teknologi pada era ini juga membuat manusia tidak menggunakan otaknya secara maksimal. Segala sesuatu dapat di simpan di peralatan elektronik. Dan sekarang pun sudah bisa disimpan di Internet sehingga manusia dapat mengakses file yang disimpannya itu dari mana saja dan kapan saja. Hal tersebut sangat memudahkan kehidupan manusia, tetapi hal ini bagaikan pedang bermata dua. Ada juga dampak negative yang menyertainya. Karena hal itu, manusia jadi ketergantungan dengan semua benda itu. Manusia jadi tidak menggunakan otaknya secara maksimal sehingga lama kelamaan fungsi otak manusia menjadi menurun. Manusia di era ini banyak yang tidak bisa berpikir dan berinovasi dikarenakan semua hal yang memanjakan mereka itu. Bahkan untuk para mahasiswa, sekarang mereka bisa dengan mudah melakukan copy-paste sehingga lama kelamaan budaya literasi akan semakin luntur dan mahasiswa akan semakin bodoh.
Kemajuan seperti ini juga berpengaruh dalam hal kesenian. Seperti dalam musik contohnya. Sekarang sudah mulai muncul musik elektronik yang dimana untuk memproduksinya, digunakan instrument-instrumen yang ada pada komputer. Beat-beat nya berasal dari software-software. Suara yang dihasilkan oleh music elektronik ini mayoritas hanya besifat hura-hura dan pesta pora. Tidak ada lagi music harmoni yang bisa dinikmati, terdengar syahdu di telinga para pendengar dan lain sebagainya. Musik sekarang hanya digunakan untuk pesta pora dan kegiatan lainnya yang bersifat kesenangan semata. Banyak sekali manusia yang mengeluhkan bahwa musik zaman sekarang sudah tidak enak lagi untuk di dengarkan.
Pada akhirnya, segala kemudahan yang diberikan oleh kemajuan teknologi itu harus disikapi dengan bijak agar tidak menimbulkan kerusakan di muka bumi. Semua itu harus diimbangi dengan iman yang kuat agar kemajuan teknologi tidak digunakan untuk kejahatan. Kita tidak bisa menolak kemajuan teknologi, mau tidak mau, hal tersebut harus kita terima agar bisa mengikuti perkembangan zaman. Yang harus kita lakukan adalah menyikapi kemajuan teknologi secara bijak dan tetap berpegang teguh pada ajaran Agama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar