Manusia dan Lingkungan
oleh Lidya Permatasari
Siapa yang tidak mengenal rokok ? Banyak sekali kalangan remaja hingga dewasa gemar merokok, bahkan anak usia dini pun tak jarang kedapatan menghisap benda berbahaya tersebut. Bahaya akan rokok sudah jelas dapat merusak organ tubuh tiap manusia yang mengkonsumsi, bahkan di abad 20 sekitar 100 juta orang telah meninggal akibat rokok. Lima ratus juta orang dewasa yang hidup di muka bumi akan meninggal akibat kebiasaan merokok dan kalau trend ini terus berjalan maka di abad 21 akan ada 1 milyar orang yang meninggal akibat rokok. Rokok mengandung kurang lebih 4000 elemen-elemen. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida. Maka jika kita menghirup rokok, entah sengaja atau tidak sama saja kita menghisap lebih dari 4000 macam racun. Kebiasaan akan merokok tidak hanya merugikan si perokok saja, melainkan merugikan orang sekitarnya bahkan lingkungan.
Rokok merupakan benda beracun yang dapat memberikan efek santai atau tenang. Racun yang ada pada rokok bukan hanya berbahaya bagi perokok aktif maupun pasif namun juga bagi lingkungan hidup. Asap rokok yang baru mati dari asbak saja telah mengandung tiga kali lipat bahan pemicu kanker di udara dan 50 kali mengandung bahan pengiritasi mata dan pernapasan. Asap, debu dan puntung rokok memiliki dampak yang buruk bagi lingkungan. Asap rokok yang dihembuskan perokok pasif bisa bertahan selama dua sampai tiga jam dalam ruangan. Meski kelihatannya asap telah hilang namun pada kenyataan asap rokok tersebut tetap ada bahkan bisa menempel pada benda-benda. Puntung rokok membutuhkan waktu 1,5 – 2,5 tahun untuk dapat terurai dalam tanah. Lalu untuk dapat terurai di air membutuhkan waktu selama 5 tahun. Tentu waktu yang sangat lama.
Belum lagi kebiasaan masyarakat yang sering membuang puntung rokok ini sembarangan. Bila membuangnya ke tanah dapat merusak tanah. Bila membuangnya ke air dapat merusak ekosistem air. Saat hujan turun, puntung rokok akan sangat mudah terbawa air hujan lalu masuk ke selokan, terbawa ke sungai, pelabuhan bahkan ke laut. Bahan kimia berbahaya yang terkandung dipuntung rokok akan menurunkan kualitas air dan membahayakan ekosistem di laut. Bila puntung rokok ini termakan oleh binatang tentu dapat menyebabkan keracuan bahkan kematian. Kemasan rokok juga beresiko karena sifatnya yang tidak ramah lingkungan. Plastik rokok filter mengandung zat berbahaya yang dapat merusak lingkungan. Bahkan zat berbahaya dari kemasan rokok ini dapat terus tersebar meski telah 10 tahun dibuang.
Dampak bahaya rokok bagi lingkungan Ketika puntung-puntung rokok dibuang, angin dan hujan membawanya ke saluran air. Kimia beracun yang dikandungnya kemudian dilarutkan pada ekosistem air dan mengancam kualitas air dan kehidupan air, Burung dan hewan-hewan laut sering menganggap puntung rokok sebagai makanannya, yang mengakibatkan rusaknya saluran pencernaan makanan dan kematian. Dampak rokok tidak hanya di lingkungan saja tapi pada tubuh manusia seperti Asap yang keluar dari ujung rokok saat pembakaran mengandung racun CO yang berbahaya dan menyebabkan kemampuan tubuh membawa O2 (oksigen) menurun sehingga meningkatkan resiko penyakit jantung dan Ibu Hamil terpapar asap rokok beresiko mengalami proses kelahiran yang bermasalah, sedangkan anak lebih mudah kena bronkitis dan infeksi saluran pernafasan. Salah satu tanaman yang dapat menjadi solusi bagi asap rokok adalah tanaman hias yang bernama Sansevieria atau lidah mertua. Tanaman dengan nama unik ini dapat mengurangi pencemaran udara akibat polusi asap rokok. Sansevieria atau lidah mertua banyak mengandung unsur kalsium, nitrogen, oksigen dan memiliki kandungan air yang sedikit. Manfaat tanaman ini cukup besar yaitu dapat menyerap sekitar 107 polutan dan dikeluarkan lagi dalam bentuk oksigen.
Kesimpulannya adalah bahwa untuk mengetahui bahaya rokok bagi perokok pasif atau perokok aktif kita harus mengetahui bahaya rokok bagi perokok pasif dan perokok aktif. Mengetahui akan bahaya rokok bagi perokok akrif, perokok pasif dan dampak rokok terhadap lingkungan. Banyak penyakit yang muncul akibat dari rokok dan kebiasaan merokok. Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan sebagian dari penyakit ini, tetapi obat yang ada hanya untuk meringankan gejalanya saja. Oleh karena itu, terdapat upaya untuk penanggulangan bahaya rokok ini antara lain dengan upaya penerangan dan penyuluhan khususnya bagi generasi muda, upaya prevensi dan otivasi untuk menghentikan kebiasaan merokok, dan menguyah permen bagi perokok yang susah mengentikan kebiasaan merokoknya. Dan tanamlah salah satu tanaman yang yang bernama Sansevieria atau lidah mertua dapat mengurangi pencemaran udara akibat polusi asap rokok. Tentu tanaman ini sangat baik bila diaplikasikan sebagai penghias di ruangan. Sangat baik pula bila ditanam dan diperbanyak di jalanan yang sering macet dan penuh polusi udara.Sudah saatnya kita menumbuhkan dan menggerakkan kesadaran bersama untuk meminimalisir dampak buruk rokok bagi diri dan lingkungan kita. Melalui hal-hal kecil yang dilakukan semua orang tentu akan membantu menjaga kelestarian lingkungan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar