Menu

Rabu, 05 Desember 2018

PROBLEMATIKA SAINS Oleh Fathur R

PROBLEMATIKA SAINS
Oleh Fathur R
Dunia kita berada di tepi kehancuran karena ulah manusia sendiri. Di seluruh planet, sumber-sumber alam dijarah tanpa habis. Pada setiap detik, banyak karbon dioksida dilepas ke atmosfir dan ratusan  ton top soil musnah. Sementara itu, berhektar hektar hutan dibabat, banya tanah digunduli, dan antara 100 hingga 300 spesies mati setiap hari. Pada saat yang sama, secara absolut jumlah penduduk meningkat sangat pesat per dekade. Ini menambah beban bumi yang sudah renta. Inilah yang menyentakkan kesadaran orang akan krisis lingkungan. Karena, hal ini menyangkut soal kelangsungan hidup keseluruhan jagad raya.
Diakhir tahun ini sains modern telah memberikan kemajuan yang signifikan dalam temuan temuan ilmiah, baik tataran teortis mauoun praktis. Namun diantara banyaknya penemuan  dalam dunia sains tersebut banyak juga dampak yang terjadi. Yakni tentang kesehatan alam, kesadaran manusia, relasi pikiran dan tubuh dan bojek pengtahuan. 
Perkembangan sains yang ditandai dengan kemajuan sains dan teknologi tersebut, ternyata tidak seluruhnya menghilangkan problematika kehidupan manusia. Problematika kehidupan yang semula ingin diselesaikan manusia dengan sains dan teknologi ternyata justru dapat membuat problem menjadi semakin pelik. perkembangannya tengah menyisakan berbagai macam krisis, seperti kemiskinan, ketidakadilan ekonomi, politik, informasi, termasuk menurunnya kualitas kesehatan dan kurangnya kesadaran akan lingkungan hidup.

Kenyataannya, keterkaitan permasalahan ekologis yang mengancam eksistensi manusia tersebut semakin tampak. seperti polusi, pemanasan global, hujan asam, ledakan populasi, erosi tanah, naiknya permukaan air laut, longsor, banjir, gizi buruk, kuman dan virus penyakit-penyakit baru, pencemaran air laut, radiasi nuklir, ledakan sampah, pencemaran tanah, makanan sehari-hari yang beracun, dll. Krisis ini merupakan problem akut yang membutuhkan perhatian besar setiap individu. Barangkali terdapat suatu permasalahan yang kendati kita cari jalan keluarnya maupun kita abaikan begitu saja jalan keluarnya, tetap tidak memiliki perubahan atau pengaruh signifikan untuk kehidupan. 

Dengan begitu dapat dipahami bahwa krisis ekologi yang terjadi merupakan dampak yang nyata dan tidak terelakkan. Hal ini tidak dapat dilepaskan dari krisis spiritualitas yang menggerogoti manusia modern yang telah membutakan dirinya dan menentang realita yang diciptakan Tuhan.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar