Menu

Rabu, 12 Desember 2018

MANUSIA DAN LINGKUNGAN oleh Suhanri jaya P

MANUSIA DAN LINGKUNGAN
oleh Suhanri jaya P

Manusia adalah pemimpin bagi seluruh makhluk hidup yang ada di bumi ini karena hanya manusia yang diberikan akal pikiran oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan akalnya, manusia dapat melakukan berbagai macam hal yang ia inginkan, dengan akal dan pikirannya, menjadikan manusia berbeda dengan makhluk hidup yang lain. Manusia memang telah di Takdirkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menjadi pemimpin bagi seluruh makhluk hidup yang ada di muka bumi ini.
Manusia memiliki Lingkungan dimana lingkungan tersebut menjadi tempat untuk mereka hidup, tumbuh, dan berkembang. Manusia hidup berdampingan dengan berbagai macam makhluk hidup dan benda mati di lingkungan tempat tinggalnya. Semua seperti telah diatur agar keseimbangan di alam semesta ini tetap terjaga. Tetapi, ada beberapa golongan manusia yang mempunyai niat buruk terhadap keseimbangan alam tersebut. Banyak yang ingin merusak keseimbangan tersebut untuk kepentingan dirinya sendiri ataupun kepentingan golongannya.
Manusia menggunakan akalnya yang semakin dan akan terus berkembang tersebut untuk mewujudkan keinginannya. Mereka membuat berbagai macam teknologi untuk mempermudah kehidupannya, tetapi di sisi lain, mereka tidak sadar bahwa kebanyakan dari teknologi tersebut merusak lingkungan. Mereka menciptakan gedung-gedung tinggi dengan berbagai macam fasilitas di dalamnya. Tetapi berbagai macam fasilitas tersebut yang paling banyak menyumbangkan kerusakan bagi lingkungan. Seperti contohnya AC, AC dapat menyebabkan efek rumah kaca dan dapat merusak lapisan ozon milik bumi. Akibatnya, es di kutub utara mencair dan bumi menjadi semakin panas. Sekarang pun bumi sudah menjadi sangat panas, dan banyak tempat di  bumi yang mengalami kekeringan sehingga sudah banyak berbagai macam makhluk hidup dan organisme yang mati. Hal-hal ini lah yang menyebabkan keseimbangan rantai makanan di muka bumi ini menjadi kacau.
Hutan-hutan di babat habis untuk proyek pembangunan jalan, mall, dan lain sebagainya. Manusia membabat habis hutan dengan cara membakarnya. Itu semua dapat menyebabkan abu sisa pembakaran terbang kemana-mana. Akibat hal itu, banyak yang mengalami infeksi saluran pernafasan dan berbagai jenis penyakit mematika lainnya. Mereka memang menanami pohon kembali di bekas pembakaran hutan tersebut, tetapi mereka tidak sadar bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk pohon tersebut tumbuh kembali dan menjadi hutan rimbun. Dan pada akhirnya, berbagai macam makhluk hidup yang tinggal di hutan tersebut akan kehilangan tempat tinggalnya, lalu bergerak menuju pemukiman manusia dan mulai menyerang manusia. Di berita yang terdapat pada media massa atau media elektronik, sudah sangat banyak berita tentang hewan buas yang menyerang pemukiman manusia. Mereka melakukan itu tidak lain dan tidak bukan adalah karena tempat tinggal mereka yang telah hilang disebabkan keserakahan manusia.
Tetapi, sekarang sudah banyak organisasi dan manusia yang sadar akan hal ini. Mereka selalu mengkampanyekan untuk menjaga lingkungan hidup.dengan adanya mereka, kesadaran orang lain untuk menjaga lingkungan hidup menjadi kembali dan mereka semakin peduli terhadap lingkungan hidup.
Pada akhirnya, manusia harus sadar terhadap lingkungan hidupnya. Sudah menjadi tugas kita semua untuk menyadarkan semua manusia agar peduli terhadap lingkungan hidupnya. Semua dapat terwujudkan jika kita memulai dari diri kita sendiri. Kita semua harus memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Tidak boleh lagi ada pengrusakan secara besar-besaran. 


Manusia dan Lingkungan oleh Ananda S

Manusia dan Lingkungan
oleh Ananda S

Pendahuluan
Ketika berbicara mengenai masalah lingkungan, pasti manusia menjadi salah satu topik bahasan yang akan dicantumkan. 
Sama halnya seperti masalah manusia, lingkungan bisa juga dijadikan sub-tema mengenai pembahasannya. 
Namun perlu diketahui bahwa tanpa lingkungan yang bisa kita pijak ini, manusia yang kita ketahui sekarang tidak akan ada. 
Tetapi tanpa manusia, sebuah lingkungan tetap bisa dikatakan lingkungan. 
Dari sini dapat kita ketahui bahwa mahluk hidup seperti manusia sekalipun membutuhkan peran lingkungan mengingat keduanya saling memberi pengaruh satu sama lain.

Isi
Ada baiknya pembahasan mengenai lingkungan kita jadikan sebagai pembuka isi.
Menurut UU Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Pasal 1 ayat 1 mengartikan “kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan mahluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lain”.
Dari tante Wikipedia yang saya lihat, disimpulkan bahwa lingkungan adalah campuran SDA yang tumbuh disitu termasuk ciptaan manusia dan di sekitarnya yang mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia.
Manusia merupakan sosok yang umum disebutkan sebagai mahluk hidup yang mempengaruhi perubahan lingkungan berkat akal budi dan kemampuan berpikir yang dimiliki.

Meski nampaknya tiada batas dan serba tersedia seperti yang kita ketahui, kita mengetahui juga kalau kepuasan manusia sebagai penikmat tiada batas namun kekuatan manusia itu terbatas. Karena itulah manusia menggunakan intelegensinya untuk menciptakan penemuan yang bisa mendapatkan SDA secepat mungkin, sayangnya banyak juga yang memakai kemampuan ini dengan tidak bertanggung jawab dan hanya mau meraup keuntungan sendiri.
Memang benar bahwa terdapat bencana alam yang bisa merusak suatu daerah lingkungan seperti longsor, banjir, gempa bumi, tsunami, angin tornado dan letusan gunung berapi.
Namun dewasa ini, manusia lah yang paling sering ditunjuk sebagai perusak lingkungan yang mereka diami sendiri seperti pencemaran (polusi), global warming dan pembuangan limbah akibat beragam inovasi mesin yang tidak ramah lingkungan;
deforestasi dan kepunahan beberapa spesies (berburu binatang) karena kelalaian dan keingingan untuk untung cepat yang berlebih; 
adapun tindakan manusia merangsang bencana alam itu sendiri seperti banjir dan tanah longsor karena menumpleknya sampah di aliran sungai serta penggundulan hutan.

Tetapi tidak sedikit juga mereka yang menyadari akibat dari kerusakan lingkungan dan mulai memikirkan solusinya. Dan saya yakin pembaca juga peduli terhadap lingkungan sekitar sehingga membaca artikel ini.
Langkah awal untuk memedulikan lingkungan dimulai dari kesadaran dan tanggung jawab diri sendiri sebagai pengguna yang peduli akan kelestarian bumi ini. Hal-hal yang bisa merangsang daya pikir untuk melestarikan lingkungan adalah pencegahan untuk membuang sampah sembarangan, aksi menghentikan eksploitasi SDA yang berlebihan, peningkatan kesadaran masyarakat dan pemberian sanksi ketat pada pelaku pencemaran.
Untuk aksi lebih lanjut, bisa dimulai dari hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya yang sesuai, memanfaatkan sampah sebagai karya seni “penghijauan kembali” dan mendukung program peduli lingkungan.

Penutup
Sudah sepatutnya kita ketahui bahwa manusia dan lingkungan hidup mempengaruhi satu sama lain mengingat keduanya saling bergantung dalam meningkatkan mutu.
Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa Tuhan Yang Maha Esa menciptakan lingkungan dan bumi ini untuk manusia tapi memang benar bahwa mahluk ciptaan Allah, manusia tidak sepenuhnya sempurna tak terkecuali dalam menjaga kelestarian lingkungan yang sudah diberikan oleh-Nya.
Sejak zaman industri, masalah lingkungan umumnya pencemaran dan polusi lingkungan yang merusak kesehatan mahluk hidup tak kunjung habis diperbincangkan.
Di era industri ke-14 sekaranglah, merupakan waktu untuk menanggulangi perlakuan semene-mena terhadap lingkungan sebelum kerusakan semakin parah.

Manusia dan Lingkungan oleh Firdiana

Manusia dan Lingkungan
oleh Firdiana

Lingkungan memiliki hubungan dengan manusia. Lingkungan memengaruhi sikap dan perilaku manusia, demikian pula kehidupan manusia akan memengaruhi lingkungan tempat hidupnya.  Hubungan antara lingkungan dan kehidupan manusia sudah diakui para pemikiraan dunia sejak dahulu. Faktor lingkungan dapat menjadi prakondisi bagi sifat dan perilaku manusia. Lingkungan menjadi salah satu variable yang memengaruhi kehidupan manusia. Manusia pun dapat memengaruhi lingkungan demi kemajuan dan kesejahteraan hidupnya.
Jika menelusuri kembali sejarah peradaban manusia di bumi ini, maka kita akan melihat adanya usaha dari manusia untuk menyempurnakan serta meningkatkan kesejahteraan hidupnya, demi kelangsungan hidup jelasnya. Manusia sedikit dimi sedikit mulai menyesuaikan diri pada alam lingkungan hidupnya. Bahkan lebih dari pada itu, manusia telah mengubah semua komunitas biologis  di tempat mereka hidup. Perubahan alam lingkungan hidup manusia tampak jelas di kota – kota, dibandingkan dengan di hutan rimba di mana penduduknya masih sedikit serta primitif. Manusia memandang alam lingkungan dengan bermacam – macam kebuuhan dan keinginan. Manusia  bergulat dan bersaing  dengan spesies lainnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam hal ini manusia memiliki kemampuan lebih besar dibandingkan organism lainnya, terutama penggunaan sumber daya alam.
Dalam upaya manusia untuk menyempurnakan dan meningkatkan sejehateraan hidupnya. Manusia menciptakan teknologi dengan maksud agar kehidupannye lebih mudah, praktis, efisien, dan tidak banyak mengalami kesulitan. Namun perkembangan dan penerapan IPTEK tidak selalu membawa dampak positif, namun ada juga dampak negatif. Dampak negatif yang paling besar adalah masalah pencemaran. Pencermaran tanah, air, dan udara tentulah bukan lagi hal asing bagi manusia. Pencemaran biasa disebabkan oleh limbah, baik limbah rumah tangga atau limbah pabrik. Penggunaan alat elektronik dan kendaraan bermotor juga dapat menjadi sebab dari pencemaran lingkungan.
Solusi dalam hal ini tentunya kita sebagai manusia harus menyadari bahwa masih ada kehidupan untuk anak cucu kita kedepannya, untuk hal ini kita mulai dari diri kita sendiri dulu untuk mulai menjaga alam ini. Dengan cara membuang sampah sesuai dengan pengelompokannya, mengurangi penggunaan alat elektronik, tidak merusak pepohonan di sekitar kita, tidak membuang sampah di sungai. Dengan begitu kita sudah mulai  sedikit membantu mencegah pencemaran lingkungan dan membuat makhluk lain disekitar kita merasa nyaman. 
Pemanfaatna lingkungan untuk meningkatkan kesejahteraan harus di imbangi dengan pelestariaannya. Hal tersebut dilakuakn untuk mencegah dampak negative yang akan mencemari lingkungan dan menghancurkannya secara perlahan. Karena kehidupan anak cucu kita dimasa depan ada di tangan kita saat ini. Perlakukan alam dengan baik, cegah pemceramara dimulai dari hal – hal kecil. Agar kelas anak cucu kita dapat merasakan alam seperti yang kita rasakan saat ini.

MANUSIA DAN LINGKUNGAN oleh Junita Kurniawati

Junita Kurniawati
5A
Pend. Bahasa Jepang
MANUSIA DAN LINGKUNGAN

PENDAHULUAN
 Ketika manusia lahir saat itulah untuk pertama kalinya ia berkenalan dengan dunia luar yang akan menjadi lingkungan bagi dirinya. Ketergantungan manusia terhadap lingkungannya memulai kisahnya saat itu. Pena memang telah tergoreskan, tidak bisa tidak. Jika manusia ingin berhenti dan memutus rantai ketergantungannya terhadap lingkungan maka sesungguhnya ia perlu mati. Tetapi sebenarnya hubungan antara manusia dengan lingkungannya adalah suatu interaksi, jadi jelas sudah bersifat dua arah. Bahkan ketika lingkungan atau alam harus hancur karena manusia makadi sisi lain manusiapun tidak bisa memungkiri betapa semakin tertatihnya ia hidup tanpa alam. Perjalanan hubungan manusia dan alam ini tak ubahnya potret hitam putih. Betapapun indahnya, ironi yang diperlihatkan secara nyata terlalu pahit untuk diingkari. Proses pembelajaran bagaimana seharusnya hidup berdampingan dengan alam membuat manusia dapat meningkatkan kualitas hidupnya karena dengan hal itu manusia dapat mengendalikan rasa takut dan menciptakan kebahagiaan (Franken, 2002). Salah satu hal yang menarik untuk diketahui adalah bahwa manusia sebagai individu ternyata bisa menjalin hubungan kasat mata yang harmoni dengan lingkungan sekitar. Meskipun pada dasarnya setiap manusia memiliki kepribadian yang berbeda-beda, namun tanpa disadari kecintaan dan bahkan ketergantungan mereka terhadap lingkungan memposisikan mereka menjadi individu yang agak berbeda satu dengan yang lain dan secara jelas semakin memantapkan keberadaan perbedaan individu (individual differences). 
ISI
 Manusia dapat pula mempengaruhi alam sebagaimana alam mempengaruhi manusia. Ketika alam membentuk perilaku manusia maka manusiapun dapat membentuk perilaku alam di luar konteks kebiasaannya (Bell, Fisher, Baum &Greene, 1996). Manusia dengan segala perilakunya merusak alam dan menciptakan banjir di lingkungan tempat tinggalnya dan secara sebaliknya banjir yang rutin terjadi membentuk perilaku yang khas dari mereka yang tinggal di kawasan tersebut dibandingkan mereka yang tinggal di kawasan bebas banjir. Dunia global saat ini sedang dihadapkan pada satu persoalan serius yang menentukan keberlangsungan hidup umat manusia dan alam semesta, yakni krisis lingkungan. Kesadaran akan ancaman ini mulai tampak di awal 1970-an sebagai respon atas berbagai bencana lingkungan yang terjadi pada dekade sebelumnya, seperti pencemaran air, udara, dan tanah.1 Untuk Indonesia saja, kita bisa menyebut bagaimana bencana demi bencana dialami, mulai dari gempa yang mengakibatkan gelombang tsunami di provinsi Nangroe Aceh Darussalam yang tidak hanya merenggut nyawa manusia-manausia yang tak berdosa, tetapi peradaban dengan segala aspeknya ikut pula hanyut bersama aliran air bah tersebut, ditambah pula dengan musibah banjir dan tanah longsor di Pacet dan Jember Jawa Timur, gempa di Pulau Nias dan Nabire. Tak lama setelah itu berbagai bencana banjir yang melanda ibu kota dan kota-kota sekitar juga merupakan tergolong bencana yang memberikan dampak amat signifikan bagi masyarakat korban bencana. Belum lagi gempa yang mengguncang sebagian kota di Jawa Barat, banjir yang melanda Jawa Tengah dan sederatan daftar musibah yang melanda Indonesia.
  Berbagai perspektif digunakan untuk mencari akar persoalan beserta pemecahannya. Agama dan filsafat, di antaranya, dipandang punya andil besar dalam membentuk berbagai pandangan tentang penciptaan alam dan juga peran manusia di dalamnya.2 Pandangan dunia macam ini sangat memengaruhi bagaimana manusia memperlakukan alam sekitarnya. Di kalangan agamawan, kepedulian akan lingkungan dianggap baru muncul pada dekade 1970-an sebagai akibat dari tumbuhnya kesadaran umum ekologi tahun 1960-an,3 tepatnya ketika artikel karya Lynn White, Jr. dipublikasikan lewat jurnal Science tahun 1967. Di dalamnya ditegaskan bahwa persoalan lingkungan global berakar dari keyakinan agama.
 Di sisi lain sebenarnya banyak yang bisa diberikan manusia kepada alam dan lingkungannya. Setidaknya ada sebuah sisi yang seharusnya dipahami manusia bahwa alam memiliki karakteristik yang berbeda dengan teknologi. Jika teknologi dapat dikembangkan untuk membantuk kegiatan manusia maka alam sesungguhnya tidak perlu dikembangkan karena ia sudah dan akan selalu memberi banyak hal kepada manusia. Hanya saja alam perlu dijaga dan dirawat (maintenance) karena kerusakan pada alam akan memberi akibat dan konsekuensi yang berkepanjangan dalam hidup manusia (Veitch & Arkkelin, 1995). 
SIMPULAN
Semakin lama manusia seperti mengeksplorasi alam terlalu berlebihan dalam konteks tidak ada imbalan sepantasnya di terima alam. Hubungan yang ada bukan lagi bersifat menguntungkan tetapi manusia sudah seperti dewa yang menguasai segalanya di bumi ini. Mata rantai ini – entah bagaimana caranya dan sulitnya – harus coba untuk diputus. Jika tidak, pada saat alam dan lingkungan sudah menjadi sangat terusik mereka akan melakukan protes dengan caranya sendiri melalui serangkaian bencana alam yang jelas tidak mungkin dikendalikan manusia. Pada saat itulah manusia baru sadar bahwa sesungguhnya ketidakberdayaan akan muncul dari setiap bentuk arogansi dan pengedepanan keuntungan pribadi dengan dalih kepentingan masyarakat. Maka pada akhirnya kita memang harus sadar bahwa sampai kapan pun alam dan lingkunganlah yang selalu memberi pelajaran pada kita agar kita menjadi lebih dewasa.




Manusia dan Lingkungan Hidup Oleh Magfiroh Nurul Jannah

Manusia dan Lingkungan Hidup
Oleh Magfiroh Nurul Jannah

Manusia tidak akan terlepas dari kehidupan sosial dan budayanya, lingkungan, peradaban, sumber alam, dll. Manusia hidup di Bumi sudah beribu-ribu tahun lamanya, dan setiap manusia berkembang, lingkungan pun mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. 
Manusia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, dan mati dan seterusnya, serta terkait serta berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik baik itu positif maupun negatif.
Lingkungan adalah suatu media di mana makhluk hidup tinggal, mencari penghidupannya, dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balik dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya, terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks dan riil.
Manusia dan lingkungan memiliki ketergantungan. Lingkungan memerlukan manusia untuk merawatnya untuk mengaktifkan komponen lingkungan. Komponen biotik pasti memerlukan komponen abiotik di lingkungan untuk kelangsungan hidupnya. contohnya tanaman yang memerlukan air dan tanah, manusia yang memerlukan matahari, dan makhluk hidup yg memerlukan udara
Lingkungan sangat penting bagi kehidupan manusia, segala yang ada di lingkungan sekitar manusia dapat dimanfaatkan untuk keberlangsungan hidup. Namun, seiring berkembangnya zaman, manusia telah banyak memanfaatkan lingkungan sehingga tidak sadar kalau dapat berdampak buruk terhadap lingkungan. Kerusakan alam akibat aktifitas manusia sudah mulai meningkat, antara lain tercemarnya lingkungan akibat pestisida dan limbah industry, rusaknya habitat tumbuhan dan hewan langka, serta menurunnya nilai estetika alam, merupakan beberapa masalah lingkungan. 
Manusia mempunyai peranan penting bagi lingkungan, untuk kelangsungan ekosistem dan habitat manusia itu sendiri. Manusia harus bijak untuk mengambil tindakan-tindakan untuk memanfaatkan lingkungan. Karena, tugas manusia adalah untuk menjaga, serta melestarikan lingkungannya

MANUSIA DAN LINGKUNGAN oleh NABILA SIREGAR

MANUSIA DAN LINGKUNGAN
oleh NABILA SIREGAR 

Pendahuluan
Latar Belakang
               Lingkungan (milleu) memiliki hubungan dengan manusia.Lingkungan memengaruhi sikap dan perilaku manusia, demikian pula kehidupan manusia akan memengaruhi lingkungan tempat hidupnya. Lingkungan hidup pada dasarnya adalah suatu sistem kehidupan tatanan ekosistem dan manusia adalah bagian dari ekosistem tersebut. 
Hubungan antara lingkungan dan kehidupan manusia sudah diakui para pemikiran tokoh sedunia sejak dahulu. 
Aristoteles mengatakan manusia dipengaruhi oleh aspek geografi dan lembaga politik. Montesquieu menyatakan bahwa iklim mempengaruhi perilaku politik dan semangat manusia. Dari beberapa pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa faktor lingkungan adalah (tanah,iklim,topografi,sumber daya alam) dapat menjadi prakondisi bagi sifat dan perilaku manusia. Lingkungan menjadi salah satu variabel yang memengaruhi kehidupan manusia..

Pembahasan
A. Hakikat dan Makna Lingkungan bagi Manusia
Manusia hidup pasti mempunyai hubungan dengan lingkungan hidupnya. Pada mulanya, manusia mencoba mengenal lingkungan hidupnya, kemudia barulah manusia berusaha menyeseuaikan dirinya. Lingkungan adalah suatu media dimana makhluk hidup tinggal,mencari, dan memeiliki karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balik dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya, terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks dan real (Elly M. Setiadi,2006). Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan,dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya. Lingkungan dapat berbentuk lingkungan fisik dan nonfisik. Lingkungan alam dan buatan adalah lingkungan fisik. Sedangkan lingkungan nonfisik adalah lingkungan sosial budaya di mana manusia itu berada. Lingkungan alam adalah keadaan yang diciptakan oleh Allah untuk manusia. Lingkungan buatan adalah dibuat oleh manusia. Lingkungan sosial adalah wilayah tempat berlangsungnya berbagai kegiatan, yaitu interaksi sosial antara berbagai kelompok beserta pranatanya dengan simbol dan nilai. 
Lingkungan sangat penting bagi kehidupan manusia. Segala yang ada pada lingkungan dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk mencukupi kebutuhan hidup manusia, karena lingkungan memiliki daya dukung, yaitu kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. 

Arti penting lingkungan bagi manusia adalah sebagai berikut :
1. Lingkungan merupakan tempat hidup manusia. Manusia hidup, berada, tumbuh, dan berkembang di atas bumi sebagai lingkungan.
2. Lingkungan memberi sumber-sumber penghidupan manusia.
3. Lingkungan memengaruhi sifat, karakter, dan perilaku manusia.
4. Lingkungan member tantangan bagi kemajuan peradaban manusia.
5. Manusia memperbaiki, mengubah, bahkan menciptakan lingkungan untuk kebutuhan dan kebahagiaan hidup.

B. Kualitas Penduduk dan Lingkungan terhadap Kesejahteraan manusia
1.      Hubungan Penduduk dengan Lingkungan dan Kesejahteraan
Penduduk pada dasarnya adalah orang-orang yang tinggal disuatu tempat yang secara bersama-sama menyelenggarakan kehidupannya. Penduduk Negara adalah orang-orang yang bertempat tinggal di suatu wilayah Negara, tunduk pada kekuasaan politik Negara dan menjalani kehidupannya di bawah tata aturan Negara yang bersangkutan. Hal yang berkaitan dengan penduduk Negara meliputi:
a.       Aspek kualitas penduduk, mencakup tingkat pendidikan, keterampilan, etos kerja, dan kepribadian.
b.      Aspek kuantitas penduduk yang mencakup jumlah penduduk, pertumbuhan, persebaran, perataan, dan perimbangan penduduk di tiap wilayah Negara (Winarno,2007).
Petumbuhan penduduk akan selalu berkaitan dengan masalah lingkungan hidup. Penduduk dengan segala aktivitasnya akan memberikan dampak terhadap lingkungan. Demikian pula makin meningkatnya upaya pembangunan menyebabkan makin meningkat dampak terhadap lingkungan hidup. Dampak lingkungan hidup adalah pengaruh perubahan pada lingkungan hidup yang diakibatkan oleh suatu usaha atau kegiatan. Lingkungan hidup bisa berdampak positif dan negatif bagi kesejahteraan penduduk. Contoh perubahan positif : pembangunan jalan-jalan raya yang bisa menghubungkan daerah-daerah yang sebelumnya terisolir penghijauan, penanaman turus jalan. Perubahan yang positif dari lingkungan tersebut tentu dapat memberikan keuntungan dan sumber kesejahteraan bagi penduduk. Contoh negatif : yaitu kerusakan lingkungan hidup.
Kesejahteraan hidup penduduk Negara sangat ditentukan oleh kualitas penduduk yang bersangkutan. Kulitas penduduk mencerminkan kualitas insani dan sumber daya manusia yang dimiliki Negara.

2.      Hubungan Lingkungan dengan Kesejahteraan Manusia
Lingkungan dapat memberikan sumber kehidupan agar manusia dapat hidup sejahtera. Lingkungan hidup menjadi sumber dan penunjang hidup. Dengan  demikian, lingkungan mampu memberikan kesejahteraan dalam hidup manusia.
Pada masa sekarang, manusia tetap menginginkan lingkungan sebagai tempat maupun sumber kehidupannya yang dapat mendukung kesejahteraan hidup. Melalui ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia mengusahakan lingkungan yang sebelumnya tidak memiliki daya dukung serta lingkungan yang tidak dapat untuk hidup (unhabitable) menjadi lingkungan yang memiliki daya dukung yang baik dan bersifat habitable. Contoh : manusia membangun bendungan, dam, atau waduk guna menampung air. Air tersebut digunakan untuk cadangan jika terjadi kemarau panjang, air bendungan digunakan untuk mengairi sawah-sawah waega. Air juga digunakan sebagai penggerak untuk pembangkit listrik. Daerah-daerah yang sebelumnya gersang, seperti daerah gurun di Arab sekarang ini sudah bisa ditanami pepohonan. Manusia membuat saluran khusus untuk menyalurkan air sungai ke wilayah tersebut. Bahkan, dalam waktu tertentu dibuat hujan buatan.
Dewasa ini, manusia dengan kemampuan ilmu pengetahuan yang maju dan teknologi modern dapat mengatasi keterbatasan lingkungan, terutama yang bersifat fisik atau lingkungan alam. Daerah-daerah yang pada masa lalu dianggap tidak mungkin dapat digunakan sebagai tempat hidup, sekarang ini dimungkinkan. Daerah itu sekarang mampu memberi kesejahteraan bagi hidup manusia berkat penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilmu pengetahuan dan teknologi telah meningkatkan kualitas hidup manusia melalui penciptaan lingkungan hidup yang mendukungnya.



Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu dalam pemanfaatan, penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemulihan, dan pengembangan lingkungan hidup. Pemgelolaan lingkungan memiliki tujuan sebagai berikut:
a.       Mencapai kelestarian hubungan manusia dengan lingkungan hidup sebagai tujuan membangun manusia seutuhnya.
b.      Mengendalikan pemanfaatan sumber daya secara bijaksana.
c.       Mewujudkan manusia sebagai Pembina lingkungan hidup.
d.      Melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan yang akan dating.
e.       Melindungi Negara terhadap dampak kegiatan di luar wilayah Negara yang menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan.
Hakikat pengelolaan lingkungan hidup oleh manusia adalah bagaimana manusia melakukan berbagai upaya agar kualitas manusia meningkat sementara kualitas lingkungan juga semakin baik. Lingkungan yang berkualitas pada akhirnya akan memberikan manfaat bagi manusia, yaitu meningkatkan kesejahteraan.

C. Problematika Lingkungan hidup
1. Permasalahan Sungai Yang Tercemar
Selama 5 tahun belakangan ini, setidaknya 64 dari 470 daerah aliran sungai mengalami  kondisi yang kritis, hal ini disebbakan oleh beberapa hal seperti
Limbah industri yang terkandung berbagai zmacam zat kimia di dalamnya.
Limbah domestik, seperti limbah rumah tangga yang secara sengaja dibuang ke sungai.
Limbah pertanian dan masih banyak lainnya.
Untuk mengatasi permasalahan ini, tentu saja dibutuhkan kerja sama antara pihak pemerintah, masyarakat, serta pelaku-pelaku industri. Pihak pemerintah wajib untuk memberlakukan aturan bentuk penyimpangan sosial baik bagi industri atau masyarakat agar jangan sampai membuang limbah di sungai. Masyarakat pun harus sadar mengenai pentingnya air sungai untuk kehidupan. Selain itu, pihak pemerintah juga perlu mengatur pembuangan yang baik agar limbah-limbah industri tak mengalir ke sungai-sungai setempat.

2. Kerusakan Hutan
Masalah lainnya yang cukup besar di Indonesia adalah mengenai kerusakan hutan. Mulai dari penebangan liar, penggundulan hutan, hingga baru-baru ini terjadi yaitu pembakaran hutan menjadi penyebab dari kerusakan hutan yang ada. Tentu saja jika hal ini dibiarkan terus menerus, akan menyebabkan berkurangnya kawasan hutan di Indonesia yang berakibat pada ketidakstabilan ekosistem. 


Untuk mengatasi kerusakan hutan ini, ada beberapa solusi yang bisa dilakukan.
Solusi untuk jangka pendeknya tentu saja adalah penegakan hukum yang harus dilakukan. Hal ini sangat penting untuk mencegah kegiatan ilegal logging, dan hal hal lainnya.
Kegiatan pembangunan yang dilakukan perlu memperhatikan lingkungan setempat.
Penanaman kembali hutan hutan yang telah rusak.
3. Banjir
       Fenomena ini sudah sering terjadi di Indonesia, bahkan di kota-kota besar sendiri pun sudah menjadi aktivitas rutin yang harus dihadapi. Bahkan tak hanya pada musim hujan, pada musim kemarau sekalipun banjir bisa saja terjadi beberapa wilayah. Hal ini dikarenakan perkembangan wilayah Indonesia yang menyebabkan sistem pembuangan air yang salah dan tidak adanya penjagaan pada daerah aliran sungai. Untuk mengatasi ini, pentingnya peran pemerintah yang mengelola pembuangan air agar tak menjadi masalah di kemudian harinya. Selain itu, peran aktif dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan sangat dibutuhkan.
4. Abrasi
Kegiatan-kegiatan seperti pengambilan pasir pantai, karang, serta perusakan hutan-hutan bakau menjadi penyebab abrasi yang nantinya berkaitan dengan kerusakan laut dan pantai. Tentu saja jika dibiarkan terus menerus, maka kelestarian laut dan pantai di Indonesia semakin berkurang. Apalagi wilayah Indonesia sebagaian besar merupakan lautan. Nah untuk mengatasi hal ini, berikut beberapa solusi yang perlu diterapkan:
Pemerintah menerapkan reklamasi pantai untuk menanam kembali hutan bakau disekitar area pantai.
Menerapkan aturan yang ketat mengenai pengambilan batu-batu karang.
Larangan tentang penggunaan bahan peledak untuk mencari ikan.

5. Pencemaran Udara
Seiring dengan perkembangan zaman, semakin banyak industri dan transportasi yang ada saat ini. Meskipun hal ini merupakan sebuah kemajuan, namun nyatanya memiliki dampak yang buruk bagi lingkungan karena menyebabkan terjadi pencemaran udara.  Hal ini berpengaruh pada faktor penghambat perubahan sosial budaya terhadap pasokan udara bersih yang semakin berkurang. Untuk mengatasi hal ini, berikut solusi yang bisa dilakukan.
Peran Pemerintah yang aktif menggalakkan penanaman pohon.
Mengurangi emisi atau pembuangan gas dengan cara memilih bahan industri yang aman untuk lingkungan.
Pemasangan filter pada cerobong asap pabrik-pabrik.
Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor.






6. Menurunnya Keanekaragaman Hayati
Dampak lanjutan dari kerusakan hutan tersebut bisa menjadi penyebab menurunnya keaneka ragaman hayati yang ada di Indonesia. Bahkan tak hanya itu saja, banyak sekali alat komunikasi zaman sekarang menjadi informasi pengambilan flora dan fauna ilegal yang dijadikan sebagai barang jual beli membuat hewan dan tumbuhan Indonesia menjadi berkurang bahkan punah. Solusinya adalah:
Program untuk penangkaran satwa liar.
Konservasi in-situ dan konservasi ex-situ.
Memperluas habitat untuk satwa-satwa liar.
Peningkatan SDM
      Penyuluhan mengenai penangkaran satwa Indonesia secara intensif.
7. Pencemaran Tanah
Tak hanya air dan udara saja yang dapat tercemar, namun tanah juga bisa tercemar dengan bahan-bahan yang dapat merusak kualitas tanah. Permasalahan lingkungan hidup biasanya terjadi akibat pengambilan tambang yang berlebihan, pembuangan sampah-sampah yang sulit diuraikan, dan masih banyak lainnya. Untuk mengatasi hal ini, perlu dilakukan usaha pelestarian tanah dan hutan melalui tata guna lahan, peraturan mengenai TPTI (Tebang Pilih Tanam Indonesia), reboisasi, serta pengolahan sampah agar dapat terurai dengan baik.

8. Permasalahan Sampah Yang Menumpuk
Semakin tinggi tingkat pertumbuhan penduduk, membuat tingkat konsumsi meningkat dan akhirnya membuat jumlah sampah semakin meningkat. Hal ini lah yang menjadi permasalahan di Indonesia, karena belum adanya solusi untuk menanggulanginya. Hal ini tentunya membuat lingkungan menjadi kotor dan tentu saja merugikan lingkungan. Nah berikut ini solusi yang bisa dilakukan:
Membuat tempat pembuangan sampah terpadu, yang lokasinya agak jauh dari pemukiman warga.
Penerapan 4R yaitu Replace, reduce, reuse, serta recycle.
Membuat tempat sampah terpisah antara organik dan anorganik.

9. Rusaknya Ekosistem Laut
Pengambilan ikan yang masih menggunakan bahan kimia dan bahan peledak masih menjadi tradisi bagi beberapa nelayan di Indonesia. Tentu saja ini merusak ekosistem laut, termasuk terumbu karang. Seperti yang adan ketahui sendiri, terumbu karang menjadi potensi alam di Indonesia. Untuk mengatasi ini, pentingnya peran pemerintah untuk mengetatkan peraturan mengenai larangan pemakaian peledak dan bahan kimia.





10. Pencemaran Air Tanah
Masalah lainnya yang sering terjadi di Indonesia adalah pencemaran air tanah. Masalah ini seringkali tentu saja menyebabkan berbagai jenis biota air menjadi rusak, mengancam kesehatan penduduk di sekitar sumber air, banjir, langkanya air bersih, dan masih banyak lainnya. Untuk mengatasinya, berikut ini solusi yang bisa dilakukan.
Membatasi limbah yang bisa mencemari air tanah.
Mengawasi masyarakat serta lembaga-lembaga untuk menjaga sumber air.
Pelaksanaan undang-undang lingkungan hidup.

11. Pemanasan Global
Masalah ini sepertinya tak hanya terjadi di Indonesia saja, namun juga di berbagai negara-negara di dunia. Bahkan dampak pemanasan global sudah mulai terlihat di daerah kutub yang mulai mencair sehingga menyebabkan ketidakseimbangan lingkungan. Untuk mengatasi pemanasan global, tentu saja anda harus mengurangi penggunaan gas-gas kimia yang bisa merusak lapisan ozon dan atmosfer seperti gas freon yang ada pada AC atau pendingin udara.
12. Bangunan-Bangunan Liar dan Kumuh
Hal ini sepertinya sering terjadi di kota-kota besar. Banyaknya masyarakat serta daerah pemukiman yang sedikit membuat bangunan liar dan kumuh ini merajalela di setaip sudut kota. Tentu saja hal ini menjadikan pemandangan kota semakin kotor, kumuh, dan tak terawat. Untuk mengatasi ini tentu saja harus ada pengurangan mengenai warga-warga yang berdatangan untuk menetap di kota besar, pembuatan tempat tinggal/rusun, dan lainnya.

13. Perubahan iklim
Sumber energi fosil (minyak bumi, batu bara, dan gas alam) yang dihasilkan oleh banyak pembangkit energi mengakibatkan terjadinya pencemaran udara. Perubahan iklim mengakibatkan adanya perubahan-perubahan yang tidak terkirakan sebelumnya, seperti peningkatan suhu, melelehnya gunung es permukaan air laut naik, banyaknya banjir dan badai, serta musim panas yang semakin panjang.



Kesimpulan
lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya. Segala yang ada pada lingkungan dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk mencukupi kebutuhan hidup manusia, karena lingkungan memiliki daya dukung, yaitu kemampuan lingkungan untuk mendukung perkehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Lingkungan yang berkualitas pada akhirnya akan memberikan manfaat bagi manusia, yaitu meningkatkan kesejahteraan.

Problematika Manusia dan Lingkungan oleh Anindya Rizqi Setyacahyani

Nama : Anindya Rizqi Setyacahyani
Problematika Manusia dan Lingkungan

Manusia dengan lingkungan tentunya tidak dapat dipisahkan. Pada hakikatnya manusia dan lingkungan sangat berhubungan erat. Jika dilihat dari masa peradaban, mulanya manusia baru mulai mengenal lingkungan hidupnya, kemudian berusaha untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Manusia juga telah mengubah pula lingkungan hidupnya demi memenuhi kebutuhan dan kesejahteraannya. Lingkungan adalah suatu media di mana makhluk hidup tinggal, mencari, dan memiliki   karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balik dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya, terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks dan riil (Elly M. Setiadi,2006). Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya.
Manusia tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup apabila tidak ada lingkungan. Tentunya lingkungan sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia karena segala yang ada pada lingkungan dapat dimanfaatkan oleh manusia dikarenakan memiliki daya dukung yaitu kemampuan untuk memenuhi kebutuhan manusia serta makhluk hidup lainnya. 
Di Indonesia sendiri, berbagai macam persoalan mengenai lingkungan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dicari solusi penyelesaiannya. Persoalan lingkungan ini semakin menjadi krusial karena menyangkut kualitas dan kelangsungan kehidupan di masa yang akan datang. Salah satu persoalan yang paling terlihat saat ini tentunya pencemaran oleh sampah. Sampah sendiri yang kita tahu terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu : sampah organik dan sampah anorganik. Disini, sampah yang paling berpengaruh besar adalah dari sampah anorganik karena sampah jenis ini cenderung sulit menyatu dengan alam. Butuh waktu lama bagi sampah anorganik khususnya sampah jenis plastik untuk dapat terurai kembali secara alami. Penggunaan sampah jenis plastik yang marak terjadi saat ini dalam kehidupan sehari-hari tentu menjadi perhatian khusus. Sampah plastik yang mencemari tanah maunpun air (sungai yang akhirnya ke laut) sangat berpengaruh bagi rusaknya ekosistem air. Jika dibiarkan terus menerus maka akan sangat berdampak bagi kehidupan manusia maupun makhluk lain. Tidak hanya merusak ekosistem lain tapi juga dapat membunuh makhluk lain. 
Contoh yang bisa kita ambil, baru-baru ini seekor paus mati karena terlalu banyak memakan sampah di laut, hal itu diketahui setelah maraknya video maupun foto yang beredar di kalangan masyarakat. Jenis sampah yang termakan oleh paus pun kebanyakan berasal dari sampah plastik yang terbawa arus sungai hingga sampai ke laut dan mengotori laut. Biota lain yang di laut pastinya terancam juga akan memakan sampah. Sebenarnya, ada cara yang dapat kita lakukan untuk mengurangi hal tersebut terus menerus terjadi. Sejak beberapa tahun ini, badan pengawas lingkungan sudah menggalakkan untuk mengurangi penggunaan sampah jenis plastik dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya penggunaan kantong plastik untuk berbelanja kini diganti dengan membawa tas belanja sendiri dari rumah atau bisa juga diganti dengan kantong dari kertas, kemudian penggunaan sedotan plastik minuman yang akhir-akhir ini diganti dengan sedotan dari stainless steel ataupun bahan sejenisnya, penggunaan botol minum plastik, sendok plastik maupun berbagai alat makan yang dari plastik kini sudah beralih dibuat dari bahan lain yang bisa digunakan lebih dari satu kali.
Kerusakan lingkungan hidup memberikan efek yang besar bagi kelangsungan hidup manusia itu sendiri. Bagi manusia, problema lingkungan pada dasarnya timbul apabila terjadi ketidakseimbangan antara manusia dengan sumber-sumber yang ada di dalam lingkungan. Pemanfaatan yang berlebihan oleh manusia dapat menyebabkan daya dukung lingkungan semakin berkurang sehingga keseimbangan tidak terjadi lagi. Oleh karena itu, pengelolaan lingkungan hakikatnya untuk menciptakan keseimbangan hubungan antara manusia dengan lingkungan itu sendiri.
Dari berbagai macam persoalan seputar lingkungan, maka kita sebagai manusia yang berakal sudah sepatutnya berkewajiban memperhatikan persoalan lingkungan serta menumbuhkan rasa peduli untuk senantiasa menjaga dan merawat lingkungan sekitar agar terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat. Karena, dampaknya tidak hanya akan dirasakan sekarang namun juga akan berdampak di masa yang akan datang. Dengan memulai dari diri sendiri akan terasa manfaatnya dikemudian hari karena satu sampah yang dapat kita atasi maka seluruh sampah dapat teratasi juga oleh orang lain. 

Manusia dan lingkungan oleh Rafa Ayu Marvella

Manusia dan lingkungan
oleh Rafa Ayu Marvella

Manusia hidup pasti mempunyai hubungan dengan lingkungan hidupnya. Pada mulanya, manusia mencoba mengenal lingkungan hidupnya, kemudian barulah manusia berusaha menyesuaikan dirinya. Lebih dari itu, manusia telah berusaha pula mengubah lingkungan hidupnya demi kebutuhan dan kesejahteraan. Dari sinilah lahir peradaban –istilah Toynbee sebagai akibat dari kemampuan manusia mengatasi lingkungan agar lingkungan mendukung kehidupannya. Misalnya, manusia menciptakan jembatan agar bisa melewati sungai yang membatasinya. Lingkungan adalah suatu media di mana makhluk hidup tinggal, mencari, dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balik dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya, terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks dan riil (Elly M. Setiadi, 2006). Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya. Mennurut pasal 1 UU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, dinyatakan bahwa lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang memengaruhi kelangsungan kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup.
Pertumbuhan penduduk akan selalu berkaitan dengan masalah lingkungan hidup. Penduduk dengan segala aktivitasnya akan memberikan dampak terhadap lingkungan. Demikian pula makin meningkatnya upaya pembangunan menyebabkan makin meningkatnya dampak terhadap lingkungan hidup. Dampak lingkungan hidup adalah pengaruh perubahan pada lingkungan hidup yang diakibatkan oleh suatu usaha atau kegiatan. Lingkungan hidup bisa berdampak positif dan negatif bagi kesejahteraan penduduk. Perubahan positif akibat kegiatan manusia terhadap lingkungan, yaitu pembangunan jalan-jalan raya yang dapat menghubungkan daerah satu dengan daerah yang lain. Selain itu dapat juga membuat saluran air, taman kota, penghijauan, penanaman turus jalan, pembuat bendungan, dll. Disamping adanya dampak positif, ada juga dampak negatif antara manusia dan lingkungannya. Kerusakan lingkungan hidup merupakan problematika besar yang dialami umat manusia sekarang ini. Problematika lingkungan hidup misalnya pencemaran air, pencemaran udara (polusi), pencemaran tanah, masalah kehutanan, seperti penggundulan hutan, pembalakan hutan, dan kebakaran hutan., erosi dan banjir, tanah longsor, kekeringan, dan abrasi pantai, menipisnya lapisan ozon dan efek rumah kaca, dll. Lingkungan yang buruk juga dapat mempengaruhi kesehatan seperti gatal-gatal, batuk, infeksi saluran pernapasan, diare, dan tipes.
Adapun problematika sosial yang terjadi antara manusia dengan lingkungannya. Problematika sosial merupakan persoalan karena menyangkut tata kelakuan yang abnormal, amoral, berlawanan dengan hukum, dan bersifat merusak. Problematika sosial menyangkut nilai-nilai sosial dan moral yang menyimpang sehingga perlu diteliti, ditelaah, diperbaiki, bahkan mungkin untuk dihilangkan. Problematika sosial yang terjadi dan dihadapi masyarakat banyak ragamnya, seperti problematika sosial karena faktor ekonomi, seperti kemiskinan, kelaparan, dan pengangguran. Problematika sosial karena faktor biologis, seperti wabah penyakit. Problematika sosial karena faktor psikologis, seperti bunuh diri, sakit jiwa, dan disorganisasi. Problematika sosial karena faktor kebudayaan, seperti perceraian, kejahatan, kenakalan anak, konflik ras, dan konflik agama.
Kerusakan lingkungan hidup memberi efek yang besar bagi kelangsungan hidup manusia itu sendiri. Lingkungan sangat berkaitan dengan masalah ketahanan hidup (survival) manusia. Ketahanan hidup sangat bergantung pada hubungan yang saling menopang dari lingkungan yang terdiri atas berbagai sistem yang menunjang keehidupan itu ataupun yang saling menyainginya. Bagi manusia, problematika lingkungan pada dasarnya timbul kalau terjadinya ketidakseimbangan antar manusia dengan sumber-sumber yang ada dalam lingkungan. Pemanfaatan yang berlebihan oleh manusia menyebabkan daya dukung lingkungan berkurang sehingga keseimbangan tidak terjadi lagi. Seperti kita harus mengurangi penggunaan kendaraan roda dua yang dapat menyebabkan polusi udara yang juga berdampak buruk pada kesehatan pernapasan. Selain itu limbah pabrik yang biasanya dibuang ke sungai harus dikurangi karena dapat mencemarkan lingkungan diair. Kita sebagai manusia harus bisa menyeimbangkan perubahan yang terjadi untuk kelangsungan hidup yang lebih baik. Begitupun dengan problematika sosial yang sangat berpengaruh pada kelangsungan hidup manusia.
Manusia bertindak sosial dengan cara memanfaatkan alam dan lingkungan untuk menyempurnakan  serta  meningkatkan  kesejahteraan  hidupnya  demi  kelangsungan hidup sejenisnya. Manusia mempunyai pengaruh penting dalam kelangsungan ekosistem habitat manusia itu sendiri, tindakan-tindakan yang diambil atau kebijakan-kebijakan tentang hubungan dengan lingkungan akan berpengaruh bagi lingkungan dan manusia itu sendiri. Kemampuan kita untuk menyadari hal tersebut akan menentukan bagaimana hubungan kita sebagai manusia dan lingkungan kita. Hal ini memerlukan pembiasaan diri yang dapat membuat kita menyadari hubungan manusia dengan lingkungan.



Manusia dan lingkungan. oleh Irna Rudiawati

NAMA : IRNA RUDIAWATI
Manusia dan lingkungan.

Manisia hidup sangat berkaitan erat dengan lingkungan hidupnya. Pada mulanya, manusia
berusaha mengenal lingkungan hidupnya dan kemudian barulah manusia menyesuaikan diri dengan
lingkungannya. Setelah itu, manusia berusaha mengubah lingkungannya untuk memenuhi
kebutuhannya dan mensejahterakan hidupnya. Manusia berintraksi dengan komponen lingkungan
fisik, baik biotik yaitu hewan dan tumbuhan atau abiotik yaitu tanah, air, batuan, dll. Selain itu
manusia juga berintraksi dengan sesamannya atau lingkungan sosial. Dengan intraksi tersebut
manusia dapat menghasilkan berbagai bentuk seperti bahasa dan teknologi untuk menunjang
kebutuhan dan kesejahteraan hidupnya.
Paada awalnya manusia memanfaatkan lingkungan hidupnya dengan jumlah yang sedikit walau
dengan jumlah sumber daya alam yang melimpah. Namun tidak dengan saat ini, saat perkembangan
sains dan teknologi telah berkembang dan kebutuhan manusia bertambah , manusia cenderung
mengambil sumberdaya alam secara berlebihan. Akibat perilaku tersebut maka lingkungan akan
mengalami perubahan. Sisa dari aktivitas manusia saat mengambil sumberdaya alam yang berlebih
akan berakibat kerusakan dan akan berdampak buruk pada manusia itu sendiri. Misalnya akibat dari
kerusakan akan terciptanya bencana alam atau berkembangnya penyakit.
Manusia mengembangkan sains dan menciptakan teknologi untuk dapat memenuhi, mewujudkan dan
mempermudah hidupnya. Namun dari teknologi yang diciptakan manusia tidak jarang membawa nilai
negativ bagi lingkungan hidup. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di bumi ini maka
kebutuhan setiap manusia semakin banyak dan untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut manusia
menciptakan alat yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Setiap aktivitas manusia akan
menyebabkan perubahan bagi lingkungannya. Dampak lingkungan hidup ada karena suatu usaha atau
kegiatan. Berikutini adalah dampak positif dari perubahan lingkungan hidup:
- manusia menciptakan alat pembajak sawah yang dahulu adalah menggunakan kerbau. Hal itu
bertujuan agar waktu pembajakan sawah lebih efisien dan dapat melakukan pembajakan
sawah lebih banyak.
- Pembangunan jalan raya untuk dapat menghubungkan antar daerah-daerah yang sebelumnya
terisolasi.
- Pembuatan saluran air yang sangat membantu daerah-daerah yang kekurangan air bersih.
- Pembuatan bendungan yang bertujuan sebagai penampung air disaat hujan dan akan
dipergunakan saat musim kemarau untuk keberlangsungan hidup manusia.
- Diciptakannya pemberantas hama untuk dapat membasmi hama dan meningkatkan kulitas
suatu tanaman.
- Diciptakannya mesin daur ulang sampah untuk mengurangi pencemaran lingkungan.
Permasalahan- permasalahan yang diakibatkan dari perubahan lingkungan:
- Masalah erosi dan banjir
Erosi adalah gejala pengikisan tanah atau batuan lainnya yang disebabkan oleh gerakan air, es,
atau angin. Erosi ini terjadi akibat dari aktivitas manusia yang memperburuk kondisi
lingkungan seperti : penebangan hutan liar secara besar-besaran yang mengakibatkan hutan
menjadi gundul atau pengalih fungsi hutan menjadi tempat pertambangan, perkebunan,
pertanian, atau untuk membangun infrastruktur. Hal itu dipercepat juga akibat penggunaan
tanah yang tidak tepat oleh manusia dan tidak diimbangi dengan penanaman hutan kembali
untuk menjaga lingkungan agar tidak berdampak buruk bagi lingkungan hidup setiap makhluk
hidup.
- Pencemaran lingkungan
Pencemaran lingkungan terbagi menjadi 4, yaitu : pencemaran tanah, pencemaran
air,pencemaran udara, dan pencemaran suara. Sampah-sampah dari indutri pabrik dapat
menyebabkan pencemaran tanah yang diakibatkan antara lain dari kebocoran limbah cair atau
bahan kimia industri yang zat-zat kimianya jika telah mencemari tanah maka akan menguap
atau tersapu hujan akan masuk kepermukaan tanah.
Limbah pabrik jika dibuang secara sembarang selain dapat merusak tanah juga dapat
mencemari air. Pencemaran udara dapat terjadi akibat mesin dari pabrik atau juga dari
aktivitas manusia seperti penggunaan kendaraan bermotor yang semakin banyak jumlahnya.
Akibatdari penggunaan mesin pabrik dan ppenggunaan kendaraan bermotor juga dapat
menyebabkan pencemaran suara hal tersebut dapat berdampak pada manusia seperti
gangguan pendengaran atau depresi.
- Penyemprotan pestisida berdampak pada makhluk hidup lain yang terkena racun dari
pestisida tersebut dan dapat merusak suatu ekosistem makhluk hidup tersebut dan
berpengaruh pada rantai makanan makhluk hidup pemangsanya.
Manusia sangat erat kaitannya dengan lingkungan hidupnya. Setiap aktivitas manusia akan
menyebabkan perubahan lingkungan. Hal itu sebagai upaya dan usaha manusia untuk
memenuhi kebutuhan dan mensejahterakan hidupnya. Setiap aktivitas yang manusia lakukan
terhadap lingkungan adalah untuk meningkatkan kualitas hidupnya dengan hal-hal yang
bersifat positif akan tetapi selau ada hal negatif dari dampak aktivitas manusia itu bagi
lingkungan hidupnya. Olehkarena itu manusia diharapkan dapat berlaku bijak sana terhdap
lingkungan sebagai usaha untuk memperoleh efisien pemanfaatan sumberdaya alam tersebut. 

Manusia dan Lingkungan oleh Lidya Permatasari

Manusia dan Lingkungan
oleh Lidya Permatasari

Siapa yang tidak mengenal rokok ?  Banyak sekali kalangan remaja hingga dewasa gemar merokok, bahkan anak usia dini pun tak jarang kedapatan menghisap benda berbahaya tersebut. Bahaya akan rokok sudah jelas dapat merusak organ tubuh tiap manusia yang mengkonsumsi, bahkan di abad 20 sekitar 100 juta orang telah meninggal akibat rokok. Lima ratus juta orang dewasa yang hidup di muka bumi akan meninggal akibat kebiasaan merokok dan kalau trend ini terus berjalan maka di abad 21 akan ada 1 milyar orang yang meninggal akibat rokok. Rokok mengandung kurang lebih 4000 elemen-elemen. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida. Maka jika kita menghirup rokok, entah sengaja atau tidak sama saja kita menghisap lebih dari 4000 macam racun. Kebiasaan akan merokok tidak hanya merugikan si perokok saja, melainkan merugikan orang sekitarnya bahkan lingkungan. 
Rokok merupakan benda beracun yang dapat memberikan efek santai atau tenang. Racun yang ada pada rokok bukan hanya berbahaya bagi perokok aktif maupun pasif namun juga bagi lingkungan hidup. Asap rokok yang baru mati dari asbak saja telah mengandung tiga kali lipat bahan pemicu kanker di udara dan 50 kali mengandung bahan pengiritasi mata dan pernapasan. Asap, debu dan puntung rokok memiliki dampak yang buruk bagi lingkungan. Asap rokok yang dihembuskan perokok pasif bisa bertahan selama dua sampai tiga jam dalam ruangan. Meski kelihatannya asap telah hilang namun pada kenyataan asap rokok tersebut tetap ada bahkan bisa menempel pada benda-benda. Puntung rokok membutuhkan waktu 1,5 – 2,5 tahun untuk dapat terurai dalam tanah. Lalu untuk dapat terurai di air membutuhkan waktu selama 5 tahun. Tentu waktu yang sangat lama.
Belum lagi kebiasaan masyarakat yang sering membuang puntung rokok ini sembarangan. Bila membuangnya ke tanah dapat merusak tanah. Bila membuangnya ke air dapat merusak ekosistem air. Saat hujan turun, puntung rokok akan sangat mudah terbawa air hujan lalu masuk ke selokan, terbawa ke sungai, pelabuhan bahkan ke laut. Bahan kimia berbahaya yang terkandung dipuntung rokok akan menurunkan kualitas air dan membahayakan ekosistem di laut. Bila puntung rokok ini termakan oleh binatang tentu dapat menyebabkan keracuan bahkan kematian. Kemasan rokok juga beresiko karena sifatnya yang tidak ramah lingkungan. Plastik rokok filter mengandung zat berbahaya yang dapat merusak lingkungan. Bahkan zat berbahaya dari kemasan rokok ini dapat terus tersebar meski telah 10 tahun dibuang. 
Dampak bahaya rokok bagi lingkungan Ketika puntung-puntung rokok dibuang, angin dan hujan membawanya ke saluran air. Kimia beracun yang dikandungnya kemudian dilarutkan pada ekosistem air dan mengancam kualitas air dan kehidupan air, Burung dan hewan-hewan laut sering menganggap puntung rokok sebagai makanannya, yang mengakibatkan rusaknya saluran pencernaan makanan dan kematian. Dampak rokok tidak hanya di lingkungan saja tapi pada tubuh manusia seperti Asap yang keluar dari ujung rokok saat pembakaran mengandung racun CO yang berbahaya dan menyebabkan kemampuan tubuh membawa O2 (oksigen) menurun sehingga meningkatkan resiko penyakit jantung dan Ibu Hamil terpapar asap rokok beresiko mengalami proses kelahiran yang bermasalah, sedangkan anak lebih mudah kena bronkitis dan infeksi saluran pernafasan. Salah satu tanaman yang dapat menjadi solusi bagi asap rokok adalah tanaman hias yang bernama Sansevieria atau lidah mertua. Tanaman dengan nama unik ini dapat mengurangi pencemaran udara akibat polusi asap rokok. Sansevieria atau lidah mertua banyak mengandung unsur kalsium, nitrogen, oksigen dan memiliki kandungan air yang sedikit. Manfaat tanaman ini cukup besar yaitu dapat menyerap sekitar 107 polutan dan dikeluarkan lagi dalam bentuk oksigen.
Kesimpulannya adalah bahwa untuk mengetahui bahaya rokok bagi perokok pasif atau perokok aktif kita harus mengetahui bahaya rokok bagi perokok pasif dan perokok aktif. Mengetahui akan bahaya rokok bagi perokok akrif, perokok pasif dan dampak rokok terhadap lingkungan. Banyak  penyakit yang  muncul akibat dari rokok  dan kebiasaan merokok. Tidak ada obat yang bisa  menyembuhkan sebagian  dari penyakit ini, tetapi obat yang  ada hanya  untuk  meringankan gejalanya saja. Oleh karena  itu, terdapat upaya untuk penanggulangan bahaya rokok ini antara lain dengan upaya penerangan dan penyuluhan khususnya  bagi generasi muda, upaya  prevensi dan otivasi untuk  menghentikan kebiasaan merokok, dan menguyah permen bagi perokok yang susah mengentikan kebiasaan merokoknya. Dan tanamlah salah satu tanaman yang yang bernama Sansevieria atau lidah mertua dapat mengurangi pencemaran udara akibat polusi asap rokok. Tentu tanaman ini sangat baik bila diaplikasikan sebagai penghias di ruangan. Sangat baik pula bila ditanam dan diperbanyak di jalanan yang sering macet dan penuh polusi udara.Sudah saatnya kita menumbuhkan dan menggerakkan kesadaran bersama untuk meminimalisir dampak buruk rokok bagi diri dan lingkungan kita. Melalui hal-hal kecil yang dilakukan semua orang tentu akan membantu menjaga kelestarian lingkungan kita.

Manusia dan Lingkungan Oleh Aulia Istianingrum

Manusia dan Lingkungan
Oleh Aulia Istianingrum

  Manusia merupakan bagian dari lingkungan. Namun manusia merupakan yang laing dominan diantara unsur unsur lain dalam lingkungan. Manusi membutuhkan lingkungan untuk bertahan hidup, dan lingkungan tidak bisa menjadi lingkungan yang baik tanpa manusia. Hubungan lingkungan dan manusia bukan hanya sekadar saling ada agar terpenuhinya syarat lingkungan disebut lingkungan, namun menjadi lebih karena saling pengaruh satu sama lain yang sangat kuat dan penting
Saat ini, manusia dan lingkungan merupakan topik pembicaraan yang sangat popular ditelinga kita dan selalu menjadi pembahasan dari hari ke hari. Bukan karena hubungan mereka yang baik, namun karena kehancuran lingkungan sedikit demi sedikit akibat tangan manusia yang begitu kuat memegang kendali lingkungan.
Kurangnya kesadaran seperti membuang sampah sesuka hati, membuang limbah berbahaya sembarangan, membunuh hewan secara brutal untuk mengenyangkan perut sendiri, menebang pohon untuk membangun daerah metropolitan, tanpa memikirkan dampaknya. Dampak yang kita rasakan saat ini berupa iklim yang mulai berubah, panas bumi yang meningkat tajam, es di antartika mencair menyebabkan permukaan air laut naik, hewan hewan liar banyak yang punah dan pohon yang habis menyebabkan sulitnya suplai air bersih dan udara yang bersih. Tidak bisa dipungkiri perbuatan manusia seperti itu sangat sulit dihentikan, karena sangat rendahnya kesadaran, pemikiran yang logis dan iman serta taqwa.
Jika saja, manusia sedikit lebih sadar akan kesalahannya yaitu mengexplorasi lingkungan besar besaran , setidaknya 100tahun kedepan, anak cucu manusia masih bisa menikmati sedikit dari lingkungan yang terjaga. Pencegahan yang dapat kita lakukan dapat berupa menghemat listrik, pengurangan penggunaan sampah plastic, mengurangi gas emisi, menghentikan penggunaan barang barang yang terbuat dari kulit hewan, serta membantu konservasi alam.
Setidaknya , dengan semangat menjaga lingkungan, kita akan terus dapat menikmati kebaikan lingkungan yang kita rasakan saat ini. Bahkan dapat membuat lingkungan dalam keadaan lebih baik lagi. Memulai dengan hal kecil dapat memberikan dampak yang lebih besar dikemudian hari.

MANUSIA DAN LINGKUNGAN Oleh Fathurrohman Riyan Permadi

MANUSIA DAN LINGKUNGAN
Oleh Fathurrohman Riyan Permadi

Manusia tinggal dan hidup dalam lingkungannya. Mereka berinteraksi dengan komponen lingkungan fisik, baik biotik (hewan dan tumbuhan) maupun dengan komponen abiotik (tanah, air, batuan dan lainnya). Manusia juga melakukan interaksi dengan sesamanya atau lingkungan sosialnya dan mengembangkan nilai dan norma untuk mengatur interaksi tersebut. Dari interaksi tersebut, manusia menghasulkan dalam berbagai bentuk seperti bahasa, teknologi dan lain-lain.
Pada awalnya, letila manusia belum mengenal teknologi, hubungan manusia dengan komponen lingkungan lainnya masih berjalab secara harmonis. Selain jumlahnya masih sedikit, mereka juga tidak berlebihan dalam mengambil sumberdaya alam, sehingga tidak menimbulkan kerusakan yang berarti. Namun, seiring dengan berkembangnya teknologim dan meningkatnya jumlah serta kebutuhan manusia, mereka cenderung eksploitatif atau mengambil sumberdaya alam secara berlebihan.
Akibat dari perilaku tersebut, lingkungan mengalami perubahan. Bahan-bahan pencemar sisa aktivitas manusia mencemari lingkungan perairan, udara dan daratan. Kerusakan tersebut pada akhirnya berdampak buruk pada manusia, diantaranya adalah berkembangnya pennyakit, bencana alam, dan lain-lain.
Manusia secara alamiah merupakan makhluk sosial. Artinya manusia memiliki kebutuhan, kemampuan dan kebiasaan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan manusia lainnya. Manusia bertindak sosial dengan cara memanfaatkan alam dan lingkungan untuk menyempurnakan serta meningkatkan kesejahteraan hidupnyademi kelangsungan hidup sejenisnya. Manusia mempunyai pengaruh penting dalam kelangsungan ekosistem habitat manusia itu sendiri, tindakan-tindakan yang diambil atau kebijakan-kebijakan tentang hubungan dengan lingkungan akan berpengaruh bagi lingkungan dan manusia itu sendiri.
Manusia perlu mengambil kebijakan terhadap lingkungan sebagai usaha untuk memperoleh efesiensi pemanfaatan sumber alam dan lingkungan. Kita sebagai manusia wajib menyadari bahwa kita saling terkait dengan lingkungan yang mengitari kita. Kemampuan kita untuk menyadari hal tersebut akan menentukan bagaimana hubungan kita sebagai manusia dan lingkungan kita. Hal ini memerlukan pembiasaan diri yang dapat membuat kita menyadari hubungan manusia dengan lingkungan.

Contoh: 

1. Manusia memanfaatkan matahari untuk menjemur pakaian
2. Manusia memanfaatkan air untuk mandi dan mencuci
3. Manusia membutuhkan lahan untuk tempat tinggalnya (rumah)

Nama : Fathurrohman Riyan Permadi
Nim : 1501065016
Kelas : 5A




Manusia dan lingkungan Oleh Anggun Septriani

Manusia dan lingkungan
Oleh Anggun Septriani

Manusia hidup dan tinggal di bumi dalam lingkungannya. Mereka berinteraksi dengan lingkungannya yang terdiri dari lingkungan fisik yaitu komponen biotik berupa hewan dan tumbuhan dan komponen abiotik berupa tanah, air, batuan, dan lainnya. Manusia juga berinteraksi dengan lingkungan sosialnya berdasarkan nilai dan norma yang diaturnya dalam berinteraksi. Manusia tak terlepas dari lingkungan. Adanya hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan yang saling menguntungkan satu sama lain. Namun kemajuan teknologi mengubah dampak dari kedua pihak. Selain dampak positif yang dirasakan manusia akibat kemajuan teknologi, adanya dampak negatif akibat kemajuan teknologi itu sendiri. Salah satunya adalah pencemaran lingkungan.
Pencemaran lingkungan merupakan masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat  tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Berkembangnya ilmu pengetahuan, semakin berkembang pula teknologi yang diciptakan. Namun dengan kemajuan teknologi, adanya pencemaran lingkungan yang merugikan terhadap lingkungan. Baik pencemaran tanah, air, maupun udara. Banyaknya industri yang mendirikan bangunannya di atas tanah yang merupakan bagian dari lingkungan mendapatkan dampaknya pula. Tanah yang berfungsi sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran tanaman, penyedia kebutuhan primer dan sekunder tanaman berubah menjadi penopang bangunan dari industri pabrik. Banyaknya bangunan pabrik yang dibangun di atas lahan kosong dan sawah di pedesaan telah diratakan sebagai penopang pabrik. Saat ini pembangunan pabrik dapat dilakukan di mana saja tanpa memandang kota maupun desa tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi.
Selain berdampak di kota-kota besar seperti Bekasi, Jakarta, dan kota besar lainnya. Dampak dari kemajuan teknologi sudah masuk ke dalam pedesaan. Banyaknya lahan kosong yang dijadikan pembangunan pabrik industri yang didirikan berpengaruh terhadap lingkungan itu sendiri. Limbah pabrik dari hasil pembuangan yang dialirkan ke sungai-sungai berakibat pada komposisi air tersebut. Air akan tercemar oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, yang sebelumnya air digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari akan berdampak kepada manusia dan makhluk yang hidup dalam air itu sendiri. Contoh dalam kehidupan sehari-hari yaitu tercemarnya air di dalam tanah akibat dari banyaknya industri dan sampah-sampah yang tidak dikelola dengan baik. Berbeda dengan air desa yang ada di pedalaman yang jauh dari industri jernih dan bersih. 
Selain tercemarnya air dan tanah, dampak dari banyaknya industri pabrik yaitu tercemarnya udara. Udara yang berfungsi sebagai oksigen untuk manusia bernapas kini dengan banyaknya bangunan pabrik telah mengubah udara menjadi tercemar. Banyaknya asap yang dihasilkan oleh pabrik membuat udara menjadi tidak baik. Polusi yang dihirup oleh manusia akan berdampak pada tubuh manusia itu sendiri. Seperti batuk-batuk,  gangguan pernapasan, perubahan morfologi pada daun, batang, benih dan  lainnya yang disebabkan oleh asap pabrik.
Semakin berkembangnya teknologi tidak lepas dari dampak terhadap lingkungan itu sendiri. Semakin banyak industri pabrik semakin banyak pula lingkungan tercemar olehnya. Dengan teknologi banyaknya pabrik yang berlomba lomba untuk menciptakan produk yang dihasilkan sebagai produk yang bermanfaat untuk manusia dalam sehari-hari. Namun di sisi lain, adanya dampak yang dihasilkan dari hasil pembuangan pabrik yang tidak bertanggung jawab. Pembuangan tersebut dapat merusak ekosistem di bumi yaitu komponen biotik maupun abiotik. Oleh karena itu, kita sebagai makhluk yang tinggal di bumi harus merawat bumi dan lingkungannya dengan baik agar tidak adanya hal-hal yang dapat merugikan komponen biotik maupun abiotik terjaga dengan terawat.

Manusia dan Lingkungan Oleh Lusi Kurniawati

Manusia dan Lingkungan
Oleh Lusi Kurniawati

BAB I
Pendahuluan
Lingkungan dan manusia memiliki suatu kaitan yang penting dikarenakan pengaruh antar keduanya. Lingkungan yakni suatu tempat dimana mahkluk hidup berkembang biak dan juga bertahan hidup. Ditempat tinggal untuk mahluk hidup seperti manusia dan juga hewan. Namun yang paling memiliki peran penting terhadap keberlangsungan lingkungan yakni manusia. Manusia diciptakan menurut agama yakni sebagai khalifah yang harus menjaga keseimbangan ekosistem yang ada di bumi terutama lingkungan. Namun seiring perubahan zaman manusia kian melakukan tindakan yang kurang baik untuk ekosistem yang ada dibumi.

BAB II
Isi
Manusia diciptakan oleh Allah SWT sebaik-baiknya mahluk hidup yang ada dibumi. Manusia tercipta sebagai mahluk sosial dan mahluk khalifah bumi. Manusia sebagai khalifah bumi yakni manusia haruslah menjaga lingkungan dengan baik dan bukannya malah merusaknya. Karena manusia memiliki keterkaitan yang sangat penting untuk lingkungan. Lingkungan tidak akan terus membaik tanpa adanya campur tangan seorang individu manusia. Sedangkan lingkungan yakni sebuah tempat dimana terdapat keberlagsungan hidup mahluk hidup maupun mati. Seperti ekosistem tumbuhan, hewan, manusia dan lainnya. Tanpa lingkungan yang sehat manusia akan terancam keberadaannya karena itu pentingnya menjaga lingkungan agar manusia dapat hidup dan berkembang dengan baik.
Dampak positif dan negatif yang terjadi antara manusia dengan lingkungan. Perubahan alam lingkungan hidup manusia akan memiliki berbagai pengaruh baik secara postif maupun negatif. Salah satu dampak positif jika ditinjau dari zaman era modernisasi saat ini yakni banyaknya kota yang mengalami berbagai macam pembangunan gedung maupun pabrik untuk kebutuhan hidup individu manusia itu sendiri. Namun mereka sadar dan memulai membuat sebuah reboisasi terhadap hutan yang mulai menipis karena tanpa diciptakannya hutan kembali akan memberi dampak yang sangat buruk yakni tidak adanya penyerapan air sehingga dapat menimbulkan bencana alam kemudian di beberapa kota yang cukup padat penduduk terdapat taman dengan berbagai macam pohon dan juga bunga yang memiliki fungsi bukan hanya sebagai perindah situasi kota saja namun  sebagai sumber oksigen agar manusia tidak kekurangan oksigen yang menyehatkan tubuh. Namun bukan hanya dampak positif saja ada juga dampak negatifnya yakni dizaman modernisasi saat ini terlalu banyak nya  pabrik yang dibangun dengan tujuan memenuhi kebutuhan manusia justru malah membawa dampak yang tidak baik yakni polusi udara dan juga pencemaran lingkungan. Polusi dan pencemaran lingkungan sangatlah berbahaya bukan hanya membahayakan manusia saja namun juga hewan yang ada disekitar tempat itu tercemar dan inilah yang membuat ekosistem di bumi menjadi tidak seimbang kemudian juga terjadinya perubahan iklim yang ekstrim.
Solusi untuk lingkungan agar tetap terawat dan terjaga dengan baik seiring berjalannya waktu dan perubahan zaman.manusia haruslah sadar terhadap pentingnya lingkungan itu tetap terjaga dimulai dari membuang sampah ketempat yang seharusnya kemudian memiliki cara bagaimana mengolah sampah yang apabila dibuang sembarangan begitu saja memiliki dampak yang sangat besar dan merugikan mahluk hidup lainnya contohnya membuang limbah pabrik yang beracun. Adanya kerjasama sesama manusia karena manusia itu mahluk sosial yang memiliki fungsi agar terciptanya kepedulian satu sama lain untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat.

BAB III
Kesimpulan
Berdasarkan kalimat diatas dapat kita ambil kesimpulan:
Bahwa manusia tercipta yakni sebagai khalifah yang memiliki tanggung jawab untuk merawat dan melindungin segala macam ekosistem yang ada dibumi. Selain itu manusia juga sebagai makhluk sosial yang dapat berfungsi untuk mengajak dan melakukan kerjasama untuk merawat ekosistem yang ada dibumi dengan baik. Bumi yang tetap terawat dan tidak rusak akibat ulah manusia akan memberikan dampak yang sangat baik untuk keberlangsungan hidupnya bukan hanya manusia saja yang merasakan namun mahluk-mahluk lainnya yang ada dibumi juga merasakan hal yang sama.

Manusia Serta Sisi Positif dan Negatif Perkembangan Teknologi oleh Daffa Sayyidan

Manusia Serta Sisi Positif dan Negatif Perkembangan Teknologi

Nama: Daffa Sayyidan
Pendidikan Bahasa Jepang

Dalam era globalisasi saat ini tidak bisa kita pungkiri kehidupan manusia sangat bergantung pada teknologi. Hampir setiap pekerjaan yang dilakukan oleh manusia selalu didampingi dengan teknologi, dan setiap ada pembaharuan/peningkatan pada suatu teknologi akan berdampak pada manusia baik itu bersifat positif atau negatif.
Perkembangan teknologi pada saat ini sangat cepat, dalam waktu beberapa bulan saja suatu industri bisa meluncurkan beberapa produk yang berbeda, baik itu dalam segi desain dan fitur-fitur yang terdapat didalamnya. Semua ide dan terobosan-terobosan baru selalu dikembangkan dan diluncurkan demi kemudahan dan kenyamanan manusia.
Terdapat banyak sekali manfaat dari perkembangan teknologi yang pesat saat ini, salah satunya memudahkan manusia dalam mengerjakan suatu hal. Koneksi internet dan fitur-fitur yang mempunyai fungsi tertentu sangat membantu manusia dalam setiap momen. Ini adalah salah satu sisi positif dari perkembangan teknologi. Teknologi dapat memperpendek suatu jarak, teknologi bisa meringankan suatu pekerjaan, teknologi dapat membuat orang yang jauh terasa sangat dekat dan teknologi dapat mempersingakat waktu yang terpakai untuk mengerjakan suatu pekerjaan.
Disamping semua itu perkembangan teknologi juga memiliki dampak negatif, seakan kita terbuai dengan kemudahan yang dijanjikan oleh perkembangan teknologi tetapi kita tidak bisa mengontrol sejauh mana teknologi berkembang dan dampak apa yang ditimbulkan. Sebuah kecerdasan buatan yang diciptakan oleh beberapa orang jenius bisa saja bebalik membodohi manusia, sebuah mesin yang dapat mringankan pekerjaan yang berat bisa saja malah melemahkan manusia, sebuah fitur yang dapat mendekatkan yang jauh bisa menjauhkan yang dekat dan sebuah alat yang dapat mengolah dan menggunakan sumber daya alam malah merusak dan mencemari alam. Mungkin beberapa tahun lagi manusia sudah tidak dibutuhkan lagi dan teknologilah yang mengambil alih segalanya.
itu semua adala beberapa dampak dari perkembangan teknologi. Tidak semua yang memudahkan itu baik, selalu ada sisi negatif dari teknologi. Maka dari itu manusia harus bisa mengontrol segala bentuk perkembangan teknologi yang sedang dan akan dihadapi. Manusia tidak harus selalu bergantung pada teknologi, terkadang sesuatu yang ketinggalan zaman dan masih mempunyai manfaat jauh lebih baik dari teknologi yang canggih. Manusia tidak bisa sepenuhnya bergantung pada teknolgi.



Drone Ilmu Sosial dan Budaya Dasar Oleh: Adhien Muhammad Purnomo

Drone
Ilmu Sosial dan Budaya Dasar
Oleh: Adhien Muhammad Purnomo

Pada masa yang serba canggih ini, manusia senang sekali untuk menangkap momen momen terindahnya, atau tempat dan situasi yang menarik dalam kamera mereka. Namun tidak jarang terjadi kedaan bahwa tempat atau posisi untuk menangkap momen momen tersebut sulit dicapai atau bahkan berbahaya. Tetapi, masalah ini sudah teratasi dengan adanya Drone, sebuah alat terbang mini yang dapat terbang kemana saja namun kita yang mengendalikannya dapat duduk manis di tempat yang aman dan nyaman. Seperti mobil mainan remote control, drone dapat kemana saja namun tentu ada batasannya, namun hal ini tidak menjadi masalah karena jangkauan drone sangat amatlah jauh.
Drone pada awalnya adalah sebuah teknologi canggih yang bentuknya seperti pesawat terbang atau roket yang dapat dikendalikan tanpa pilot melainkan melalui remot controller, awalnya drone disebut UAV atau yang kepanjangannya “Unman Aerial Vehicles”. UAV sering digunakan untuk mengintai tempat yang tidak terjangkau atau berbahaya, seringkali UAV digunakan oleh pihak militer untuk mengintai tempat musuh sebelum mengirim serangan atau pasukannya. 
Sekarang UAV telah dibuat menjadi lebih mini yang dinamakan Drone. Drone ini sering dipakai oleh masyarakat umum untuk menangkap momen momen berharga mereka. Sekarang drone juga sering dipakai pada acara pernikahan, perkumpulan, bahkan televisi televisi banyak yang sudah memakai drone untuk menayangkan acara mereka. Dengan Drone, banyak sudut yang tadinya tidak bisa tertangkap, sekarang menjadi mudah, hal ini sangat berguna bagi mereka yang bermain dibidang tersebut tadi.
Namun dari semua segi positif yang dimiliki Drone, tentu juga Drone mempunyai sisi yang buruk atau negatifnya, yaitu dipakainya Drone untuk menguntit atau membututi seseorang tanpa sepengetahuan orang tersebut, alat ini juga bisa melanggar hak privasi mereka, baik disengaja maupun tidak. Drone juga dapat dipakai untuk merekam apa apa saja yang orang orang lakukan dan menggunakan rekaman tersebut untuk melakukan kejahatan seperti pemerasan, dan sebagainya.
Dengan adanya teknologi seperti Drone, sebaiknya para pengguna Drone harus memahami akan namanya privasi seseorang, gunakan Drone sebaik mungkin supaya privasi mereka yang tidak ingin diganggu merasa aman. 

Rabu, 05 Desember 2018

Pengaruh teknologi virtual reality bagi manusia Oleh Camilla Dwi Putri

Pengaruh teknologi virtual reality bagi manusia
Oleh Camilla Dwi Putri
Prodi Pendidikan Bahasa Jepang

Perkembangan teknologi bukan hanya menunjang dan memudahkan aktivitas manusia saja, melainkan juga menimbulkan beberapa dampak negative terhadap manusia itu sendiri baik dari segi kesehatan maupun lingkungan. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa perkembangan teknologi memang terjadi di berbagai aspek, salah satunya dalam aspek hiburan yang turut memunculkan teknologi terbaru, yaitu Virtual Reality. 
Virtual Reality merupakan alat yang mampu membawa penggunanya merasa memasuki dunia virtual dengan berbagai tampilan visual yang pastinya akan meikat dam memukau mata. Virtual Reality menampilkan gamba 3D yang diciptakan sacara nyata, pengguna juga dapat merasakan berada di dunia nyata, padahal sebenarnya mereka hanya berada di dunia Virtual atau dunia maya. Untuk mendukung berjalannya teknologi Virtual Reality biasanya pengguna beberapa perangkat canggih berupa helm/kacamata, headset, sarung tangan dan walker. 
Ada beberapa manfaat atau dampak positif menggunakan VR  yaitu : 1.) memudahkan pelatihan medis, 2.)memudahkan pelatihan/simulasi militer, 3.) memudahkan mendesain otomotif, 4.)memudahkan mendesain arsitektur, 5.) dapatberkeliling dunia dan luar angkasa tanpa perlu pergi, 6.) meningkatkan adrenalin dalam bermain games, 7.) melihat video/film dengan VR akan lebih nyata. Demikian manfaat kegunaan / dampak positif dari penggunaan Virtual Reality /VR.
Dibalik banyaknya manfaat / dampak positif pasti ada dampak negative yang mengiringi. Berikut beberapa dampak negative dari penggunaan VR : 1.) gangguan kesehatan mata, para produsen VR menganjurkan penggunaan VR, maksimal 12 menit, dan teknologi ini tidak diperuntukkan / digunakan untuk anak berusiadibwah 12 tahun. Dampak VR ini sangat serius mengancam kesehatan mata dan sakit kepala penggunanya yang diakbatkan oleh radiasi yang ditimbulkan dari teknologi VR tersebut. 2.)pengguna akan lebih tertarik dengan dunia maya dari pada dunia nyata,dengan apa yang disajikan dari teknologi VR ini yang tentunta lebih menarik dan mengasyikan dari oada dunia nyata, pasti pengguna VR lama kelamaan akan menjadi kecanduan. 3.) indra pendengaran akan terganggu, selain mengganggu  kesehatan mata teknologi ini juga dapat mengganngu kesehatan pendengaran jika pengguna VR menggunakan volume tinggi dengan alasan agar dapat merasakan sensasi dari dunia yang disajikan VR.
Solusi dari beberapa dampak negative dari teknologi VR ini adalah insesitas penggunaannya /membatasi penggunaannya agar tubuh termasuk kepala dan mata dapat beristirahat dan menggunakan waktu tersebut dengan bersandagurau/berinteraksi  dengan keluarga dan teman agar pengguna tidak ketergantungan dengan teknologi VR tersebut.    

HUMANOID Oleh Muhammad Rizky Alwahyudin

HUMANOID
Oleh Muhammad Rizky Alwahyudin
Pendidikan Bahasa Jepang Uhamka

Di era digital ini, ilmu pengetahuan sangatlah berkembang sekali. Di segala penjuru dunia perkembangan ilmu sangatlah mengerikan. Dari penemuan-penemuan yang mendasar sampai penemuan-penemuan yang melewati akal sehat manusia pun sudah ada di era digital ini. Seperti smartphone, google glass, drone, dll. Semua di buat sedemikan rupa untuk mengurangi beban kerja manusia. Tetapi semua alat pintar itu menjadikan manusia sangat dimanjakan, sehingga manusia sudah sangat kecanduan dengan alat alat ini. Dan manusia pun tidak akan pernah puas dengan yg sudah di temukan. Mereka masih ingin membuat hal hal yang baru. Sehingga salah satu penemuan yang sedang dikembangkan adalah robot.
Robot adalah sebuah alat mekanik yang dapat melakukan tugas fisik, baik menggunakan pengawasan dan kontrol manusia, ataupun menggunakan program yang telah di definisikan terlebih dahulu. Secara garis besar, robot ini dibuat dengan tujuan untuk menggantikan dan mempermudah kerja ataupun aktivitas manusia. jenis-jenis robot pun ada berbagai macam. Ada robot mobile, robot jaringan, robot manipulator, humanoid, dll.
yang perlu di garis bawahi adalah humanoid ini. Humanoid adalah robot yang penempilan keseluruhannya dibuat seperti tubuh manusia, mampu melakukan interaksi kepada peralatan maupun lingkungan. Tetapi inilah mengapa sifat manusia yang tidak pernah puas dengan hal yang telah di buatnya. Mereka berlomba-lomba agar robot ini benar-benar menyerupai manusia. sampai kepintarannya, perasaannya ingin dibuat seperti manusia. sehingga akan benar-benar menjadi robot manusia yang murni manusia.
Tetapi inilah yang sangat disayangkan jika manusia memiliki sifat penuh dengan ketidakpuasan. Seperti hal nya film terminator, banyak adegan humanoid yang berusaha membunuh manusia. itu adalah salah satu kemungkinan di masa depan jika kita membuat robot yang sangat pintar, yang sangat menyerupai manusia. Akan ada kemungkinan jika robot ini murni seperti manusia berarti akan memilik sifat ketidakpuasan. Dan setelah itu akan ada invasi dari robot yang berfikir bahwa mereka adalah penghuni sesungguhnya di bumi dan berfikir bahwa saat itu adalah bukan lagi era dari manusia. Setelah itu pun akan ada pembersihan besar-besaran yang akan terjadi dari robot kepada manusia. mungkin ini terdengar sangat tidak masuk akal. Tapi ilmu pengetahuan sangatlah melewati akal manusia. seperti halnya telepon yang awalnya menggunakan kabel, sekarang sudah tidak lagi menggunakan kabel dan bisa di bawa kemana-mana di dalam kantong.
Maka dari itu, jika kita ingin membuat suatu penemuan, analisa lah terlebih dahulu sebelum membuat. Karna itu akan menjadi tanggung jawab kita sebagai penemu tersebut. Meskipun kita membuat penemuan yang bertujuan baik untuk manusia. Pasti akan ada orang jahat yang menggunakan penemuan itu untuk berbuat yang lain. Segala sesuatu yang akan kita temukan haruslah dipikirkan baik-baik kembali. Selamat datang di era IR 4.0.

PROBLEMATIKA SAINS, TEKNOLOGI DAN SENI DI ERA IR. 4.0 oleh Suhanri Jaya Pratama

Nama : Suhanri Jaya Pratama
Prodi : Pendidikan Bahasa Jepang, 5A

PROBLEMATIKA SAINS, TEKNOLOGI DAN SENI DI ERA IR. 4.0
oleh Suhanri Jaya Pratama

Industri 4.0 adalah nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Istilah ini mencakup sistem siber-fisik, internet untuk segala, komputasi awan, dan komputasi kognitif. Industri 4.0 menghasilkan "pabrik cerdas". Di dalam pabrik cerdas berstruktur moduler, sistem siber-fisik mengawasi proses fisik, menciptakan salinan dunia fisik secara virtual, dan membuat keputusan yang tidak terpusat. Lewat Internet untuk segala (IoT), sistem siber-fisik berkomunikasi dan bekerja sama dengan satu sama lain dan manusia secara bersamaan. Lewat komputasi awan, layanan internal dan lintas organisasi disediakan dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak di dalam rantai nilai. Istilah "Industrie 4.0" berasal dari sebuah proyek dalam strategi teknologi canggih pemerintah Jerman yang mengutamakan komputerisasi pabrik.
Di dalam era Industri 4.0 ini, segala hal telah beralih ke Teknologi Digital. Hampir semua orang sudah memiliki gadget, mulai dari orang tua, remaja, hingga bayi baru lahir pun sudah diberikan gadget. Akhirnya segala aspek dalam kehidupan manusia pun berubah menjadi digital. Sudah tidak sulit di zaman sekarang untuk berkomunikasi dengan orang yang berada di belahan dunia lain dengan estimasi waktu yang cepat dan juga biaya yang murah. Untuk sekedar berbelanja pun sekarang sudah bisa dilakukan dengan cara online. Berjualan juga bisa online. Transportasi umum beralih ke sistem online, pendaftaran mahasiswa baru juga telah beralih ke sistem online, dan bahkan sekarang sudah ada universitas online. Manusia sudah berevolusi menjadi lebih cerdas dan hebat sehingga dapat menciptakan sesuatu yang mempermudah manusia itu dalam menjalani kehidupan.
Tetapi, segala sesuatu pasti memiliki dampak positif dan dampak negatif. Jika kita tidak mampu untuk menyikapi perubahan di era Industri 4.0 ini, kita akan terkena dampak negatif tersebut. Contohnhya dalam hal sains dan teknologi, sekarang hampir semua pekerjaan manusia sudah digantikan oleh robot. Lama kelamaan, manusia akan menjadi malas sehingga akan membuat fungsi tubuhnya mengalami kemunduran. Tubuh manusia di masa depan akan menjadi tidak kuat untuk melaksanakan kehidupannya sehari-hari dikarenakan sudah terlalu terbiasa dan termanjakan oleh robot. Dan bisa jadi, pada akhirnya manusia hanya akan bisa terbaring kaku di tempat tidur dan pekerjaannya akan digantikan oleh para robot. Bukan tidak mungkin jika suatu hari nanti para robot tersebut yang akan mengambil alih dunia.
Kemajuan teknologi pada era ini juga membuat manusia tidak menggunakan otaknya secara maksimal. Segala sesuatu dapat di simpan di peralatan elektronik. Dan sekarang pun sudah bisa disimpan di Internet sehingga manusia dapat mengakses file yang disimpannya itu dari mana saja dan kapan saja. Hal tersebut sangat memudahkan kehidupan manusia, tetapi hal ini bagaikan pedang bermata dua. Ada juga dampak negative yang menyertainya. Karena hal itu, manusia jadi ketergantungan dengan semua benda itu. Manusia jadi tidak menggunakan otaknya secara maksimal sehingga lama kelamaan fungsi otak manusia menjadi menurun. Manusia di era ini banyak yang tidak bisa berpikir dan berinovasi dikarenakan semua hal yang memanjakan mereka itu. Bahkan untuk para mahasiswa, sekarang mereka bisa dengan mudah melakukan copy-paste sehingga lama kelamaan budaya literasi akan semakin luntur dan mahasiswa akan semakin bodoh.
Kemajuan seperti ini juga berpengaruh dalam hal kesenian. Seperti dalam musik contohnya. Sekarang sudah mulai muncul musik elektronik yang dimana untuk memproduksinya, digunakan instrument-instrumen yang ada pada komputer. Beat-beat nya berasal dari software-software. Suara yang dihasilkan oleh music elektronik ini mayoritas hanya besifat hura-hura dan pesta pora. Tidak ada lagi music harmoni yang bisa dinikmati, terdengar syahdu di telinga para pendengar dan lain sebagainya. Musik sekarang hanya digunakan untuk pesta pora dan kegiatan lainnya yang bersifat kesenangan semata. Banyak sekali manusia yang mengeluhkan bahwa musik zaman sekarang sudah tidak enak lagi untuk di dengarkan.
Pada akhirnya, segala kemudahan yang diberikan oleh kemajuan teknologi itu harus disikapi dengan bijak agar tidak menimbulkan kerusakan di muka bumi. Semua itu harus diimbangi dengan iman yang kuat agar kemajuan teknologi tidak digunakan untuk kejahatan. Kita tidak bisa menolak kemajuan teknologi, mau tidak mau, hal tersebut harus kita terima agar bisa mengikuti perkembangan zaman. Yang harus kita lakukan adalah menyikapi kemajuan teknologi secara bijak dan tetap berpegang teguh pada ajaran Agama.