Menu

Rabu, 12 Desember 2018

MANUSIA DAN LINGKUNGAN oleh Suhanri jaya P

MANUSIA DAN LINGKUNGAN
oleh Suhanri jaya P

Manusia adalah pemimpin bagi seluruh makhluk hidup yang ada di bumi ini karena hanya manusia yang diberikan akal pikiran oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan akalnya, manusia dapat melakukan berbagai macam hal yang ia inginkan, dengan akal dan pikirannya, menjadikan manusia berbeda dengan makhluk hidup yang lain. Manusia memang telah di Takdirkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menjadi pemimpin bagi seluruh makhluk hidup yang ada di muka bumi ini.
Manusia memiliki Lingkungan dimana lingkungan tersebut menjadi tempat untuk mereka hidup, tumbuh, dan berkembang. Manusia hidup berdampingan dengan berbagai macam makhluk hidup dan benda mati di lingkungan tempat tinggalnya. Semua seperti telah diatur agar keseimbangan di alam semesta ini tetap terjaga. Tetapi, ada beberapa golongan manusia yang mempunyai niat buruk terhadap keseimbangan alam tersebut. Banyak yang ingin merusak keseimbangan tersebut untuk kepentingan dirinya sendiri ataupun kepentingan golongannya.
Manusia menggunakan akalnya yang semakin dan akan terus berkembang tersebut untuk mewujudkan keinginannya. Mereka membuat berbagai macam teknologi untuk mempermudah kehidupannya, tetapi di sisi lain, mereka tidak sadar bahwa kebanyakan dari teknologi tersebut merusak lingkungan. Mereka menciptakan gedung-gedung tinggi dengan berbagai macam fasilitas di dalamnya. Tetapi berbagai macam fasilitas tersebut yang paling banyak menyumbangkan kerusakan bagi lingkungan. Seperti contohnya AC, AC dapat menyebabkan efek rumah kaca dan dapat merusak lapisan ozon milik bumi. Akibatnya, es di kutub utara mencair dan bumi menjadi semakin panas. Sekarang pun bumi sudah menjadi sangat panas, dan banyak tempat di  bumi yang mengalami kekeringan sehingga sudah banyak berbagai macam makhluk hidup dan organisme yang mati. Hal-hal ini lah yang menyebabkan keseimbangan rantai makanan di muka bumi ini menjadi kacau.
Hutan-hutan di babat habis untuk proyek pembangunan jalan, mall, dan lain sebagainya. Manusia membabat habis hutan dengan cara membakarnya. Itu semua dapat menyebabkan abu sisa pembakaran terbang kemana-mana. Akibat hal itu, banyak yang mengalami infeksi saluran pernafasan dan berbagai jenis penyakit mematika lainnya. Mereka memang menanami pohon kembali di bekas pembakaran hutan tersebut, tetapi mereka tidak sadar bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk pohon tersebut tumbuh kembali dan menjadi hutan rimbun. Dan pada akhirnya, berbagai macam makhluk hidup yang tinggal di hutan tersebut akan kehilangan tempat tinggalnya, lalu bergerak menuju pemukiman manusia dan mulai menyerang manusia. Di berita yang terdapat pada media massa atau media elektronik, sudah sangat banyak berita tentang hewan buas yang menyerang pemukiman manusia. Mereka melakukan itu tidak lain dan tidak bukan adalah karena tempat tinggal mereka yang telah hilang disebabkan keserakahan manusia.
Tetapi, sekarang sudah banyak organisasi dan manusia yang sadar akan hal ini. Mereka selalu mengkampanyekan untuk menjaga lingkungan hidup.dengan adanya mereka, kesadaran orang lain untuk menjaga lingkungan hidup menjadi kembali dan mereka semakin peduli terhadap lingkungan hidup.
Pada akhirnya, manusia harus sadar terhadap lingkungan hidupnya. Sudah menjadi tugas kita semua untuk menyadarkan semua manusia agar peduli terhadap lingkungan hidupnya. Semua dapat terwujudkan jika kita memulai dari diri kita sendiri. Kita semua harus memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Tidak boleh lagi ada pengrusakan secara besar-besaran. 


Manusia dan Lingkungan oleh Ananda S

Manusia dan Lingkungan
oleh Ananda S

Pendahuluan
Ketika berbicara mengenai masalah lingkungan, pasti manusia menjadi salah satu topik bahasan yang akan dicantumkan. 
Sama halnya seperti masalah manusia, lingkungan bisa juga dijadikan sub-tema mengenai pembahasannya. 
Namun perlu diketahui bahwa tanpa lingkungan yang bisa kita pijak ini, manusia yang kita ketahui sekarang tidak akan ada. 
Tetapi tanpa manusia, sebuah lingkungan tetap bisa dikatakan lingkungan. 
Dari sini dapat kita ketahui bahwa mahluk hidup seperti manusia sekalipun membutuhkan peran lingkungan mengingat keduanya saling memberi pengaruh satu sama lain.

Isi
Ada baiknya pembahasan mengenai lingkungan kita jadikan sebagai pembuka isi.
Menurut UU Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Pasal 1 ayat 1 mengartikan “kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan mahluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lain”.
Dari tante Wikipedia yang saya lihat, disimpulkan bahwa lingkungan adalah campuran SDA yang tumbuh disitu termasuk ciptaan manusia dan di sekitarnya yang mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia.
Manusia merupakan sosok yang umum disebutkan sebagai mahluk hidup yang mempengaruhi perubahan lingkungan berkat akal budi dan kemampuan berpikir yang dimiliki.

Meski nampaknya tiada batas dan serba tersedia seperti yang kita ketahui, kita mengetahui juga kalau kepuasan manusia sebagai penikmat tiada batas namun kekuatan manusia itu terbatas. Karena itulah manusia menggunakan intelegensinya untuk menciptakan penemuan yang bisa mendapatkan SDA secepat mungkin, sayangnya banyak juga yang memakai kemampuan ini dengan tidak bertanggung jawab dan hanya mau meraup keuntungan sendiri.
Memang benar bahwa terdapat bencana alam yang bisa merusak suatu daerah lingkungan seperti longsor, banjir, gempa bumi, tsunami, angin tornado dan letusan gunung berapi.
Namun dewasa ini, manusia lah yang paling sering ditunjuk sebagai perusak lingkungan yang mereka diami sendiri seperti pencemaran (polusi), global warming dan pembuangan limbah akibat beragam inovasi mesin yang tidak ramah lingkungan;
deforestasi dan kepunahan beberapa spesies (berburu binatang) karena kelalaian dan keingingan untuk untung cepat yang berlebih; 
adapun tindakan manusia merangsang bencana alam itu sendiri seperti banjir dan tanah longsor karena menumpleknya sampah di aliran sungai serta penggundulan hutan.

Tetapi tidak sedikit juga mereka yang menyadari akibat dari kerusakan lingkungan dan mulai memikirkan solusinya. Dan saya yakin pembaca juga peduli terhadap lingkungan sekitar sehingga membaca artikel ini.
Langkah awal untuk memedulikan lingkungan dimulai dari kesadaran dan tanggung jawab diri sendiri sebagai pengguna yang peduli akan kelestarian bumi ini. Hal-hal yang bisa merangsang daya pikir untuk melestarikan lingkungan adalah pencegahan untuk membuang sampah sembarangan, aksi menghentikan eksploitasi SDA yang berlebihan, peningkatan kesadaran masyarakat dan pemberian sanksi ketat pada pelaku pencemaran.
Untuk aksi lebih lanjut, bisa dimulai dari hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya yang sesuai, memanfaatkan sampah sebagai karya seni “penghijauan kembali” dan mendukung program peduli lingkungan.

Penutup
Sudah sepatutnya kita ketahui bahwa manusia dan lingkungan hidup mempengaruhi satu sama lain mengingat keduanya saling bergantung dalam meningkatkan mutu.
Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa Tuhan Yang Maha Esa menciptakan lingkungan dan bumi ini untuk manusia tapi memang benar bahwa mahluk ciptaan Allah, manusia tidak sepenuhnya sempurna tak terkecuali dalam menjaga kelestarian lingkungan yang sudah diberikan oleh-Nya.
Sejak zaman industri, masalah lingkungan umumnya pencemaran dan polusi lingkungan yang merusak kesehatan mahluk hidup tak kunjung habis diperbincangkan.
Di era industri ke-14 sekaranglah, merupakan waktu untuk menanggulangi perlakuan semene-mena terhadap lingkungan sebelum kerusakan semakin parah.

Manusia dan Lingkungan oleh Firdiana

Manusia dan Lingkungan
oleh Firdiana

Lingkungan memiliki hubungan dengan manusia. Lingkungan memengaruhi sikap dan perilaku manusia, demikian pula kehidupan manusia akan memengaruhi lingkungan tempat hidupnya.  Hubungan antara lingkungan dan kehidupan manusia sudah diakui para pemikiraan dunia sejak dahulu. Faktor lingkungan dapat menjadi prakondisi bagi sifat dan perilaku manusia. Lingkungan menjadi salah satu variable yang memengaruhi kehidupan manusia. Manusia pun dapat memengaruhi lingkungan demi kemajuan dan kesejahteraan hidupnya.
Jika menelusuri kembali sejarah peradaban manusia di bumi ini, maka kita akan melihat adanya usaha dari manusia untuk menyempurnakan serta meningkatkan kesejahteraan hidupnya, demi kelangsungan hidup jelasnya. Manusia sedikit dimi sedikit mulai menyesuaikan diri pada alam lingkungan hidupnya. Bahkan lebih dari pada itu, manusia telah mengubah semua komunitas biologis  di tempat mereka hidup. Perubahan alam lingkungan hidup manusia tampak jelas di kota – kota, dibandingkan dengan di hutan rimba di mana penduduknya masih sedikit serta primitif. Manusia memandang alam lingkungan dengan bermacam – macam kebuuhan dan keinginan. Manusia  bergulat dan bersaing  dengan spesies lainnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam hal ini manusia memiliki kemampuan lebih besar dibandingkan organism lainnya, terutama penggunaan sumber daya alam.
Dalam upaya manusia untuk menyempurnakan dan meningkatkan sejehateraan hidupnya. Manusia menciptakan teknologi dengan maksud agar kehidupannye lebih mudah, praktis, efisien, dan tidak banyak mengalami kesulitan. Namun perkembangan dan penerapan IPTEK tidak selalu membawa dampak positif, namun ada juga dampak negatif. Dampak negatif yang paling besar adalah masalah pencemaran. Pencermaran tanah, air, dan udara tentulah bukan lagi hal asing bagi manusia. Pencemaran biasa disebabkan oleh limbah, baik limbah rumah tangga atau limbah pabrik. Penggunaan alat elektronik dan kendaraan bermotor juga dapat menjadi sebab dari pencemaran lingkungan.
Solusi dalam hal ini tentunya kita sebagai manusia harus menyadari bahwa masih ada kehidupan untuk anak cucu kita kedepannya, untuk hal ini kita mulai dari diri kita sendiri dulu untuk mulai menjaga alam ini. Dengan cara membuang sampah sesuai dengan pengelompokannya, mengurangi penggunaan alat elektronik, tidak merusak pepohonan di sekitar kita, tidak membuang sampah di sungai. Dengan begitu kita sudah mulai  sedikit membantu mencegah pencemaran lingkungan dan membuat makhluk lain disekitar kita merasa nyaman. 
Pemanfaatna lingkungan untuk meningkatkan kesejahteraan harus di imbangi dengan pelestariaannya. Hal tersebut dilakuakn untuk mencegah dampak negative yang akan mencemari lingkungan dan menghancurkannya secara perlahan. Karena kehidupan anak cucu kita dimasa depan ada di tangan kita saat ini. Perlakukan alam dengan baik, cegah pemceramara dimulai dari hal – hal kecil. Agar kelas anak cucu kita dapat merasakan alam seperti yang kita rasakan saat ini.

MANUSIA DAN LINGKUNGAN oleh Junita Kurniawati

Junita Kurniawati
5A
Pend. Bahasa Jepang
MANUSIA DAN LINGKUNGAN

PENDAHULUAN
 Ketika manusia lahir saat itulah untuk pertama kalinya ia berkenalan dengan dunia luar yang akan menjadi lingkungan bagi dirinya. Ketergantungan manusia terhadap lingkungannya memulai kisahnya saat itu. Pena memang telah tergoreskan, tidak bisa tidak. Jika manusia ingin berhenti dan memutus rantai ketergantungannya terhadap lingkungan maka sesungguhnya ia perlu mati. Tetapi sebenarnya hubungan antara manusia dengan lingkungannya adalah suatu interaksi, jadi jelas sudah bersifat dua arah. Bahkan ketika lingkungan atau alam harus hancur karena manusia makadi sisi lain manusiapun tidak bisa memungkiri betapa semakin tertatihnya ia hidup tanpa alam. Perjalanan hubungan manusia dan alam ini tak ubahnya potret hitam putih. Betapapun indahnya, ironi yang diperlihatkan secara nyata terlalu pahit untuk diingkari. Proses pembelajaran bagaimana seharusnya hidup berdampingan dengan alam membuat manusia dapat meningkatkan kualitas hidupnya karena dengan hal itu manusia dapat mengendalikan rasa takut dan menciptakan kebahagiaan (Franken, 2002). Salah satu hal yang menarik untuk diketahui adalah bahwa manusia sebagai individu ternyata bisa menjalin hubungan kasat mata yang harmoni dengan lingkungan sekitar. Meskipun pada dasarnya setiap manusia memiliki kepribadian yang berbeda-beda, namun tanpa disadari kecintaan dan bahkan ketergantungan mereka terhadap lingkungan memposisikan mereka menjadi individu yang agak berbeda satu dengan yang lain dan secara jelas semakin memantapkan keberadaan perbedaan individu (individual differences). 
ISI
 Manusia dapat pula mempengaruhi alam sebagaimana alam mempengaruhi manusia. Ketika alam membentuk perilaku manusia maka manusiapun dapat membentuk perilaku alam di luar konteks kebiasaannya (Bell, Fisher, Baum &Greene, 1996). Manusia dengan segala perilakunya merusak alam dan menciptakan banjir di lingkungan tempat tinggalnya dan secara sebaliknya banjir yang rutin terjadi membentuk perilaku yang khas dari mereka yang tinggal di kawasan tersebut dibandingkan mereka yang tinggal di kawasan bebas banjir. Dunia global saat ini sedang dihadapkan pada satu persoalan serius yang menentukan keberlangsungan hidup umat manusia dan alam semesta, yakni krisis lingkungan. Kesadaran akan ancaman ini mulai tampak di awal 1970-an sebagai respon atas berbagai bencana lingkungan yang terjadi pada dekade sebelumnya, seperti pencemaran air, udara, dan tanah.1 Untuk Indonesia saja, kita bisa menyebut bagaimana bencana demi bencana dialami, mulai dari gempa yang mengakibatkan gelombang tsunami di provinsi Nangroe Aceh Darussalam yang tidak hanya merenggut nyawa manusia-manausia yang tak berdosa, tetapi peradaban dengan segala aspeknya ikut pula hanyut bersama aliran air bah tersebut, ditambah pula dengan musibah banjir dan tanah longsor di Pacet dan Jember Jawa Timur, gempa di Pulau Nias dan Nabire. Tak lama setelah itu berbagai bencana banjir yang melanda ibu kota dan kota-kota sekitar juga merupakan tergolong bencana yang memberikan dampak amat signifikan bagi masyarakat korban bencana. Belum lagi gempa yang mengguncang sebagian kota di Jawa Barat, banjir yang melanda Jawa Tengah dan sederatan daftar musibah yang melanda Indonesia.
  Berbagai perspektif digunakan untuk mencari akar persoalan beserta pemecahannya. Agama dan filsafat, di antaranya, dipandang punya andil besar dalam membentuk berbagai pandangan tentang penciptaan alam dan juga peran manusia di dalamnya.2 Pandangan dunia macam ini sangat memengaruhi bagaimana manusia memperlakukan alam sekitarnya. Di kalangan agamawan, kepedulian akan lingkungan dianggap baru muncul pada dekade 1970-an sebagai akibat dari tumbuhnya kesadaran umum ekologi tahun 1960-an,3 tepatnya ketika artikel karya Lynn White, Jr. dipublikasikan lewat jurnal Science tahun 1967. Di dalamnya ditegaskan bahwa persoalan lingkungan global berakar dari keyakinan agama.
 Di sisi lain sebenarnya banyak yang bisa diberikan manusia kepada alam dan lingkungannya. Setidaknya ada sebuah sisi yang seharusnya dipahami manusia bahwa alam memiliki karakteristik yang berbeda dengan teknologi. Jika teknologi dapat dikembangkan untuk membantuk kegiatan manusia maka alam sesungguhnya tidak perlu dikembangkan karena ia sudah dan akan selalu memberi banyak hal kepada manusia. Hanya saja alam perlu dijaga dan dirawat (maintenance) karena kerusakan pada alam akan memberi akibat dan konsekuensi yang berkepanjangan dalam hidup manusia (Veitch & Arkkelin, 1995). 
SIMPULAN
Semakin lama manusia seperti mengeksplorasi alam terlalu berlebihan dalam konteks tidak ada imbalan sepantasnya di terima alam. Hubungan yang ada bukan lagi bersifat menguntungkan tetapi manusia sudah seperti dewa yang menguasai segalanya di bumi ini. Mata rantai ini – entah bagaimana caranya dan sulitnya – harus coba untuk diputus. Jika tidak, pada saat alam dan lingkungan sudah menjadi sangat terusik mereka akan melakukan protes dengan caranya sendiri melalui serangkaian bencana alam yang jelas tidak mungkin dikendalikan manusia. Pada saat itulah manusia baru sadar bahwa sesungguhnya ketidakberdayaan akan muncul dari setiap bentuk arogansi dan pengedepanan keuntungan pribadi dengan dalih kepentingan masyarakat. Maka pada akhirnya kita memang harus sadar bahwa sampai kapan pun alam dan lingkunganlah yang selalu memberi pelajaran pada kita agar kita menjadi lebih dewasa.